Beauty Secret Of Jember,Pantai Payangan

Selain Pantai Watu ulo Dan Papuma, sebenarnya Jember masih memiliki pantai yang indah. Misalnya Pantai Bandealit, Rowo Cangak, Pantai Puger Dan Pantai Payangan. Ada beberapa kendala yang membuat pantai-pantai tersebut tidak begitu terkenal,diantaranya karena susahnya medan yang ditempuh dan minimnya fasilitas. Sehingga membuat wisatawan enggan berkunjung kesana.


Suami pernah diajak sodara ke Pantai Bandialit. Saya sempat tercengang dengan pemandangannya yang fantastik. Namun keinginan saya akhirnya rontok ketika suami memberitahu saya jalan menuju kesana susah, naik turun dan terjal. Mobil offroad dan sepeda motor trail enak dipakai,sedangkan  mobil sedan seperti punya kami, jangan harap deh. Hal itu juga diamini oleh tetangga saya yang notabene asli dari daerah sana. Mungkin Pantai Bandialit cocok untuk wisatawan yang suka berpetualang. 

Kemudian, ada teman-teman yang cerita, bila ada Pantai yang indah. Yang lokasinya tak jauh dari Pantai Watu ulo, namun memiliki kemolekan yang tak kalah dari Pantai Watu Ulo. Dan yang paling penting, aksesnya gampang. Namanya Pantai Payangan, konon Pantai tersebut Belitungnya Jember. Eaaa..betulkah itu? ataukah itu hanya bualan belaka. Maklumlah, terkadang omongan mereka rada hiperbola. 

Daripada penasaran, Saya memutuskan untuk menaruh Pantai Payangan di daftar my Next Destiny Journey. Wew.....ngebayangin aja adrenalinku sudah naik. Apalagi kalo sudah melihatnya langsung bisa goyang dumang dong.Wkwkkwkw lebay

So..back to kompi,
Akhirnya,setelah sekian lama terpending. Saya beserta suami and Key sampai juga disini, Pantai Payangan yang terletak di desa Sumberejo Ambulu. Menuju kesana nggak bakalan sulit. Ikuti saja "sign board" menuju Pantai Watu ulo. Setelah sampai di pertigaan jalan yang menuju ke arah Pantai Watu ulo kita tidak usah belok,namun lurus saja. Kalau masih bingung hidupkan saja GPS atau bisa bertanya ke penduduk setempat. 

Bukit pertama dipantai payangan yang lumayan terjal.

ini kali ya yang dianggep mirip pantai Belitung. pantaipayangan.wordress.com
Sesampainya disana, Saya berteriak girang melihat lautan dan pemandangan yang spektakuler. Ada batu batu besar dengan deburan ombak yang lumayan tinggi. Kemudian tak begitu jauh dari sana, ada 3 bukit yang seperti membagi pantai. Sempat saya melihat, dua sejoli lengkap dengan pakaian pengantin sedang melakukan foto Pre Wed.

 Karena disekitar situ suasananya ramai dengan deretan para pedagang dan wisatawan. Lalu, kami memutuskan untuk sedikit menjauh kearah bukit yang nomer dua. Disitu sepertinya pantainya lumayan sepi. Hehhehe tetep saja nggak suka dengan keramaian.

Pantai Payangan,dengan sabananya yang luas

Dari atas bukit, pemandangan lebih bagus

Deretan kapal nelayan
Di bukit kedua, kita dikenakan biaya masuk Rp.5000 per orang (saat liburan). Karena posisi petugas yang berjaga berada di tengah tengah,  ada beberapa wisatawan yang terpaksa balik arah, karena mereka lupa bawa dompet. Padahal sejatinya mereka sudah lumayan berjuang untuk naik.

Disitu ada makam kuno yang konon merupakan orang yang mengawali tempat disitu. Bila kita berkeinginan untuk ziarah kesana, kita disarankan membaca ayat Qursi. Ada banner pemberitahuan soal itu yang sudah dipasang diatas bukit.


Lama tak jalan kaki, nafas rada ngos ngosan juga, fiuh! Tapi semua kelelahan itu terbayar saat melihat hamparan pemandangan yang indah. Ya Allah bagus banget Karunia-MU!





Sebenarnya, disisi jalan setapak disediakan bangku-bangku dari bambu,sebagai tempat istirahat namun karena banyak wisatawan yang juga kelelahan. Kami akhirnya memilih untuk duduk diatas rumput dibawah gazebo kecil yang terbuat dari seng. Hmm lumayan teduh. Sinar matahari cukup galak menyengat kulit kami, padahal baru jam 9.30 pagi.



Key, mulai mengeluh kepanasan dan meminta turun tuk bermain air di pantai. Sayapun tergoda untuk bermain air, berjalan bertelanjang kaki diatas pasir hitam. Meskipun ombaknya lumayan tinggi, dan berbahaya bila kita pingin berenang.


 Sayangnya masih saja ada yang nekad untuk mandi padahal sudah ada tanda peringatan disana. Seperti anak kecil, kami tertawa riang, berlarian mengejar ombak, memunguti kerang kerang kecil dan berselfie ria. Ah suasana seperti ini yang kami sukai. Bermain dialam bebas menyatu dengan alam.




Rencananya kami akan menuju bukit ketiga, jaraknya sekitar 100 m dari lokasi bukit ke dua. Tapi.....alamak! kami kalah dengan teriknya matahari. Peluh sudah membasahi badan kami. Mau duduk dan berteduh disana tidak ada tempat duduk ataupun pepohonan yang rindang yang bisa sedikit meneduhkan kami. Yang ada hanya padang sabana dan hamparan pasir hitam.Terpaksa kami duduk di dekat kapal-kapal nelayan yang bersandar, untuk sedikit melepas lelah sambil menikmati camilan yang kami bawa. 



Ketika asyik bersenda gurau, dikejauhan terlihat ada seorang gadis yang pingsan. Mungkinkah sigadis tak tahan panas?.Tak lama kemudian, kami memutuskan untuk kembali ke pantai pertama dimana banyak bebatuan disana. Semoga saja, pengunjung mulai berkurang.Supaya kami bisa menikmati pemandangan dengan nyaman sambil duduk duduk menikmati segarnya es kelapa muda.

Saya salah besar! pengunjung makin membludak, saya lupa sekarang musim liburan. Tentulah jumlah pengunjung meningkat. Suara hiruk pikuk pedagang, bakso,cilok, musik dangdut dan teriakan ibu-ibu menasehati anaknya supaya tak bermain terlalu jauh. Dua balita sedang riang bermain air,padahal ombak lumayan besar. Sedangkan ibu bapaknya sedang makan diwarung didekat pantai? gimana kalau anak itu terseret ombak? Aih kepala saya sakit! Untung saja tidak ada pentas dangdut disini. Alamak !! gimana mau menikmati kalau begini.

Dengan sedikit rasa kecewa kamipun pulang, kami berjanji lain waktu harus kesini lagi untuk menjelajah bukit ke tiga. Dan waktunya saat pagi atau sore hari biar tidak panas.

Catatanku:
Pantai Payangan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, selain memiliki pemandangan yang elok, dengan kumpulan bebatuannya yang cantik, dan padang sabananya yang luas serta deretan kapal nelayan merupakan kombinasi yang pas. Kita bisa melakukan banyak hal disini, bukan hanya foto PreWed atau camping saja. Melainkan bisa untuk acara lain misalnya private party, wedding, maupun Event Company Gathering.

Membayangkannya saja, acara tersebut bakalan sukses dan bagus.Apalagi untuk acara weddingnya, widih bakalan keren abis. Liukan api obor - obor di sepanjang pantai, harumnya rangkaian bunga. Dengan irama musik lembut mengalun. Waks kepala saya jadi penuh ide.

Namun, Saya tahu tak semudah membalikkan telapak tangan. Semua butuh kerjasama dan kerja keras dari semua pihak. Bukan hanya dari pemerintah saja, juga dari warga setempat. Sehingga nantinya Pantai Payangan ini memiliki fasilitas yang lumayan supaya wisatawan betah berkunjung kesana. Adanya banyak pohon peneduh, tempat sampah di banyak tempat, area pedagang yang ditata sehingga tidak membuat kumuh pantai berikut tempat duduk untuk melepas penat. Sehingga akhirnya banyak wisatawan datang. Ekonomi penduduk setempatpun meningkat. Yach semoga!

Ya sudah begitu saja...












Comments

  1. sipp...sayang pasirnya hitam..:) diganti putih pasti lebih bagus tuh huwehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hitam juga asek kok mas rob,,,,hehhehehe

      Delete

Post a Comment

Tulisan Beken