Dahsyatnya Pelajaran Mengaji Bagi Orangtua dan Anak

pinterest.com


Ditengah tidurku, lamat lamat terdengar suara orang mengaji.

 Sepertinya suaranya di dalam rumah, tapi siapakah yang mengaji subuh subuh begini. Ku buka jendela kamar dan kulihat putriku sedang khusuk membaca Alquran dikamarnya. Ya Rabb….lantunan ayat suci terasa begitu merdu di telingaku, merembes ke sanubari. 

Oalah nduk, ternyata kamu sudah pandai mengaji. Lafal dan tajwidnya sudah bagus, malah lebih bagus dari emakmu ini sayang. “Bangun yank, anakmu ngaji” Meskipun masih mengantuk, suamiku bangun juga.Dikamar kami berdua mendengarkan Key mengaji, diciumnya keningku, senyumnya lebar.


 Tiba tiba airmataku meleleh.Rasa bahagia yang begitu dalam ketika berada di tengah tengah keluarga kecil kami. Hal sepele memang. Tapi Itulah saya seorang emak emak cengeng yang mudah sekali menitikkan airmata. Ia, saya sangat terharu luar biasa ketika mendengar suara Key mengaji, suara yang kurindukan selama ini. 

Karena Key susah ketika kami suruh mengaji. Banyak sekali alasan yang dia berikan, meskipun aku sudah memberinya contoh tiap hari. Namun saya tidak mau menyerah, karena saya selalu teringat wejangan almarhum abah, “Nduk, ajari anakmu mengaji, seimbangkan ilmu agama dan pengetahuannya nak, supaya dia menjadi anak yang bermartabat kelak”. 

Ilmu bukan hanya keduniawian saja tapi juga untuk akhirat kelak. Yach meskipun pengetahuan agamaku cetek, tapi saya berjanji akan mengajari anakku sebaik mungkin. 

Karena saya percaya,gimanapun dahsyatnya godaan saat dia dewasa kelak. Bila dasar agamanya kuat, dia akan tetap dijalan yang lurus, karena ada batasan batasan yang harus mereka jaga saat akan melakukan sesuatu. Karena membaca Alqur'an dapat memberikan ketenangan ketika kita sedih dan galau, ketika kita limbung dan butuh pegangan. J

Jadi teringat waktu Key kecil dulu. Sepertinya saya type ibu yang nekad dalam mengajari anak khususnya mengaji ini. Bagaimana supaya saya bisa menanamkan islam khususnya kecintaan pada Alquran Disaat berada di lingkungan non muslim. 

Kalau bukan emak dan bapaknya yang mengajari siapa lagi? Pertama tama Saya selalu mengajaknya ketika saya sholat dan mengaji, meskipun jujur jadi KURFOS gara gara Key usil membuka mukena dan bilang “mama nyonyok” ( minta netek) saat saya duduk diantara dua sujud. 

Kalau tidak begitu kadang malah dia duduk di depan saya dengan ilernya yang netes saat saya mau sujud. Oalah nduk. Dan ternyata kelakuan Key masih biasa.Pernah saya lihat di masjid ibu ibu menggendong bayinya sholat karena si bayi rewel terus, sedangkan tak ada orang yang dititipin. Mau gimana lagi? Ketika mengaji saya pangku dia, dan saya ajarkan surat surat pendek.

 Tujuannya supaya dia terbiasa mendengar bacaan alquran. Apalagi saat itu umurnya masih di bawah lima tahun, Yang katanya dokter anak adalah masa masa Golden Age, dimana otak anak seperti sponge yang menyerap informasi apa saja yang di lihat dan didengarnya. Makin getollah saya mengajarinya. 

Beruntungnya Abah membawakan buku buku iqro dan jus amma yang bisa saya pelajari. Bismillah bisa bondo nekat. Meskipun jauh dari sempurna tak apa apa yang penting dia mengenal dulu alif ba ta tsa dll perkara saya nanti stuck, itu urusan nanti. Beban saya terangkat, ketika kami pindah dan disekolahnya ada pelajaran mengaji. Syukurlah sekarang dia mulai lancar mengaji alquran. Alhamdulillah

Comments

Tulisan Beken