Finding Granny

#Komikku Finding Granny





Cerita ini terinspirasi dengan almarhum Simbah saya yang 20 Oktober lalu telah berpulang ke haribaan-NYA. Sungguh cinta kasih beliau sangat berharga bagi saya.  Beliau adalah type perempuan pekerja keras. Sampai kecelakaan 3 tahun lalu yang menimpanya. 

Dan akibat kecelakaan itu mata beliau pelan-pelan kehilangan fungsinya. Meskipun kami berupaya untuk menyelamatkan. Namun takdir mengatakan lain. Saya baru mengerti tak mudah merawat Lansia dengan segala kekurangannya. Simbah yang dulunya gesit, jadi tergantung dengan bantuan orang lain. 

Beliau sangat sedih dan berusaha menerima takdir tersebut. Kadang beliau sabar, namun ada kalanya simbah down dan tak mau merepotkan anak dan cucunya.Disaat itulah kami menghibur beliau dan menyemangatinya. namun itu tak semudah mengembalikan telapak tangan. Betul, kata sahabat saya. merawat lansia butuh kesabaran extra. Mereka seperti anak kecil kembali. 

Apalagi mereka suka bolak ke kamar mandi untuk buang air kecil hampir setiap 2 jam. Karena kasihan saya membelikan simbah diaper, supaya beliau nggak capek bolak balik ke kamar mandi, kasihan bobonya jadi terganggu karena bentar-bentar ke kamar mandi. Khawatirnya juga jatuh.Beliaupun setuju. Dan alangkah kagetnya saya. Ketika saya memandikannya pagi hari. Diaper tersebut masih kering. Setelah saya tanya simbah, baru deh ngaku kalau nggak bisa pipis disana. Gubrak!!!! berarti simbah semalaman nahan pipis. 

 Dan beliau bilang, nggak tega untuk bangunin saya, anak saya ataupun suami saya. Karena kami tidurnya sudah larut malam. Saya jadi terharu dan merasa bersalah sama simbah. 

Saya baru menyadari bahwasannya keinginan untuk memakaikan diaper adalah semata-mata untuk kenyamanan saya biar bobonya enak.Pletak!  Akhirnya saya meminta maaf sama simbah dan membiarkan simbah tak menggunakan diaper lagi. Maaf ya mbah

.Simbah sekarang sudah nyaman diSANA. Kami sudah ikhlas melepasnya. Saya tak bisa membayangkan bagaimana perasaan tetangga saya, ketika ayahnya yang sudah sepuh meninggalkan rumah, dan diketemukan sudah menjadi mayat. Tentulah hal itu akan menjadi luka tersendiri.Saya yang melihatnya ikut nelangsa. Disitulah Saya  bersyukur bisa merawat Simbah sampai akhir hayatnya. 
Memberikannya cinta kasih. 

Simbah memberikan saya pelajaran yang berharga bahwasannya kehadiran,kepedulian kita, kasih sayang dan cinta kasih kita, serta perhatian kita yang sangat mereka perlukan.Bukan makanan atau uang saja! Apa gunanya memberikan makanan dan uang yang cukup bila kita tak pernah sekalipun menjenguk dan memeluk mereka. Maka semua itu akan terasa hambar.  So..yuk...kita sayangi orangtua dan simbah-simbah kita selama mereka masih ada. Sebelum semuanya terlambat.


 I love you Mbah  Fidia171015


Comments

Tulisan Beken