Nak, Kamu Baru Akan Mengerti Setelah Menjadi Orangtua




 Ingatkah kalian dulu, disaat meminta sesuatu pada orangtua. Terutama Ibu, ada kalanya Ibu marah atau hanya berjanji pada kita saja supaya kita diam.

Atau ibumu bilang "makanlah nak, ibu sudah kenyang" padahal aslinya perutnya kelaparan. Tapi demi anak, seorang Ibu akan rela menahan semua itu. Jangankan menahan lapar menukar nyawapun seorang Ibu akan kami lakukan.

Mungkin kita pernah marah sama Ibu maupun Ayah. Karena mereka tak menuruti keinginan kita, menggangap mereka pelit dan tidak sayang sama kita. Padahal sejatinya kita tak pernah tahu apa yang ada didalam pikiran Ayah dan Ibu kalian.

Sebagai anak, kita mengganggap Ayah Ibu adalah mesin produksi uang. Yang tiap harinya mencetak uang banyak.Kita hanya tinggal minta dan minta pada mereka. Beli ini dan itu tanpa pernah berpikir. Kalau tak dikasih marah-marah. Tapi pernahkah kita sedikit saja memikirkan mereka? seandainya kita menjadi Ayah dan Ibu???? Oh No!!!! pikiran itu jauuuhhhhhhhhhhhhhhhhh banget dari pikiran kita. Karena sayapun begitu.

Namun itu dulu.

Semenjak saya bekerja dan akhirnya menikah kemudian menjadi orangtua. Saya baru ngeh. Pikiran negatif saya kepada Ibu dan Ayah luruh. Owh! gini tho jadi orang tua. Hari - hari penuh tantangan yang menyenangkan. Ada saja pelajaran yang membuat kita semakin mengerti dan bertumbuh untuk menjadi orangtua.

Saya baru mengerti ternyata menjadi ibu itu nggak mudah lho! tak hanya melahirkan, memberi makan, membelikan baju de el el. Tapi banyak hal yang harus kita ajarkan pada anak. Belum lagi sibuknya mengatur keuangan keluarga. Supaya keuangan tetap berjalan mulus.Meskipun rada tersendat dikit. Akhirnya penghematan dimana-mana. Terpaksa membohongi anak ketika mereka merengek meminta sesuatu sedangkan uang di dompet lagi menipis. 

Ibu maupun Ayah tanpa kita sadari banyak melakukan white lies kepada kita. Karena mereka sangat sayang sekali kepada kita. Dan kita akan mengerti semua itu setelah kita menjadi orangtua.







Comments

Post a Comment

Tulisan Beken