Problema Makan Siang Dengan Presiden

12345

 Semua orang sepertinya ingin bertemu dengan Presiden. Nggak munafik, sayapun pingin. supaya nanti bisa bercerita sama anak cucu, kalau emaknya nih bisa ketemu dengan Presiden.Sepertinya ada rasa bangga bila bejumpa apalagi bisa makan bareng dengan beliau. Yach meskipun menunya nasi pecel,ora popo!!!

Tapi....kalau seandainya saya bener-bener di undang sama beliau, apakah saya bisa hadir? belum tahu juga sih, karena semua tergantung sama situasi isi dompet. Bila dompetnya penuh ya mau saja, sekalian jalan-jalan. Dan bagaimana bila duitnya cekak. Ya maaf saja, bukannya saya tidak menghormati undangan beliau selaku Presiden. Tapi saya juga harus pinter pake logika. Nggak mau dong, sehabis makan-makan sama Presiden saya malah mikirin utang karena duit habis buat biaya perjalanan,akomodasi dan makan saya. Helah!!! terkecuali Presiden mau ganti ongkos plus ngasih uang saku. Ya saya mau.Eh...ngomong-ngomong saya ini sapa ya??????

Seperti yang terjadi di Kompasiana, sekarang rame bingit tulisan protes sekaligus impresi saat makan dengan bapak Presiden kita Jokowi. Lama nggak buka Kompasiana, gegara sibuk muterin jemuran, eh kaget juga ada tulisan heboh. Sebagai warga yang ngerti apa-apa saya mah duduk di pinggir saja sambil mencermati sejatinya siapa yang salah dalam masalah ini.

Kalau saya sih nyalahin Presiden. Napa pula waktunya sama dengan acara Kompasianival. Apa Presiden nggak mikir, gimana kecewanya Kers yang datang di Gandaria City Mall trus dapetin rombongan Kers masuk dalam bis tuk menuju ke istana sedangkan dia hanya bisa Dlongop sambil ngulik "Kok bukan gue yang diundang seh".

Trus,Gimana admin bisa konsen milih kompasianer dengan benar? mereka juga sedang sibuk. Pikiran mereka kan terbagi antara kompasianival dan acara makan siang bareng Presiden.Gimanapun Kompasianival itu acara besar, bisa puyeng tujuh keliling tuh kang Pepih dkk. 

Wajar saja  bila akhirnya kompasianer yang di undang makan dengan Presiden adalah Kompasianer yang diingat oleh mereka. Akhirnya lagi saya paling kasihan banget sama  mas Robby Gandamana dan Den Baghose yang akhirnya harus menelan kekecewaan, lah wong mereka masuk nominator. Mestinya dapet prioritas dari Kompasiana. Meskipun kita tak bisa menyenangkan semua orang tapi..mungkin ini bisa diambil pelajaran oleh admin, gimana melakukan prioritas. Jangan bersikap woles saja, kalau seandainya hal ini terjadi sama kalian gimana hayo? 

Capcus...lantas apa yang bisa kita renungi dari kasus ini?
Sebagai manusia biasa, kita harus inget bahwasannya semua kejadian yang kita trima ADA yang mengatur. Anggap saja makan siang itu bukan rezeki kita. Siapa tahu tho ada sesuatu yang baik yang bakalan kita trima nanti.

Yuk gaesss keep smile and dance till tired.

salam adem

Fidia, emak emak yang nggak suka ribet.












Comments

Tulisan Beken