Saat Putriku Haid Pertama Kali


first period

 Pulang sekolah, putriku langsung menuju ke kamar mandi. Owh mungkin lagi kebelet pipis pikirku. Aku melanjutkan pekerjaanku. 

Tiba-tiba putriku sudah ada di belakangku. Eh kapan datangnya?

"Ma..sini" digandengnya aku menuju ke kamar mandi.Kulihat kekhawatiran diwajah putriku. Perasaanku jadi ikutan nggak enak. Ada apa ya?

Putriku kemudian menyodorkan celana dalamnya. Putriku Haid!Rasanya hati ini di aduk aduk. Antara rasa terkejut, tak percaya, gembira dan perasaan yang tak bisa kujabarkan dengan kata. Perasaan baru kemarin melahirkan dia, lah sekarang kok udah gede.Helah kok emaknya yang lebay ya.

Suamiku kemudian ku beri tahu juga. Mimiknya juga surprised, putrinya udah gede sekarang bukan anak-anak lagi.

"Oalah nduk, teryata sakitnya kamu seminggu ini mau haid tho"katanya geli.

Ia memang. Seminggu sebelumnya,putriku sakit. Badannya panas dan terus mengeluh badannya sakit semua. Emak bapaknya juga gantian pijitin.Sampai bolak balik ke dokter. Khawatirnya kena DB. Alhamdulillah ngga kena DB.

Putriku jalannya seperti robot, kaku! setelah memakai softex. Lucu lihatnya. Dia bilang nggak nyaman.

Aku sempatkan bicara lagi padanya tentang haid padanya. Sekedar mengingatkan tentang bagaimana caranya mandi besar nanti,apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Terutama soal tanggung jawab karena dia sudah menjadi gadis remaja.

"Sudah tahu ma, Key ingat Kok" celeguk! aku menelan ludah.
Jawaban tok cer nuncep ke dalam dada.

Jauh sebelumnya, kami sudah membicarakan soal haid ini. Sehingga putriku tidak begitu shock ketika mendapatkan haid pertamanya. Apalagi teman-temannya sudah ada yang mengalami haidnya ada yang sejak kelas 4. Sedikitnya dia sudah mendengar bagaimana haid itu.

Berbeda dengan putriku yang mengalami haid pada umur 11 tahun. Sikapnya sangat tenang, celana dalam di cucinya sendiri bila kena noda darah. Sedangkan aku haid pertama kali pada umur 14 tahun.Panik banget, pake nangis bombay segala.Karena nggak ngerti apa-apa. Emak dan Abah tak pernah sekalipun memberitahuku tentang haid, apalagi sex. Waks nggak ilok katanya bro, itu hal tabu tuk diomongin. Umur segitu aku masih culun bin oneng semua kebutuhan di bantu.Pake pad masih di pakein emak. itupun masih sering bocor saking lasaknya tingkahku. Hue hue hue..sangat jauh berbeda!

Woi...sekelebat bayangan dua gadis cilik menari nari di pelupuk mata. Bagaimana seandainya mereka haid? ayahnya dari pagi sibuk bekerja sedangkan emaknya, kabur ntah kemana. Aux ah gelap.










Comments

Tulisan Beken