Belajar Tauhid Dari Benih

Saya merenung, bahwasannya saya hanyalah sebutir debu di dunia ini. Semakin saya membaca dan belajar semakin bodohlah saya. Terlalu banyak ilmu yang saya tak mengerti.

Belakangan ini, saya sedang jatuh cinta dengan berkebun. Mulanya saya berkebun dengan sisa dapur, setelah berhasil, kemudian saya mencoba  menyemai benih sayuran, contohnya sawi,bayam,kailan,lettuce. Dengan harapan nantinya bisa menyuplai kebutuhan sayur mayur sendiri. 


Pikir saya gampang, tinggal tabur benih...tunggu beberapa waktu dan panen. Eaaaaa ternyata tak semudah dalam pikiran saya. Benih yang saya semai..ada yang bertahan hidup, kebanyakan tidak. Ntah itu layu pada saat sprout, atau mati karena diserang hama.

bayam merah,

sawi


Benih yang bertahan hiduppun, semua tak sama. padahal dalam satu pot, ada yang tumbuh subur, ada yang kurus. Pohon pare yang semula tumbuh subur, dan memiliki banyak bunga. Eh akhirnya layu karena hama.

Pareku layu terkena hama


 kemudian tanaman kangkung yang saya tanam dari sampah dapur justru tumbuh subur sehingga bisa bermanfaat buat kami sekeluarga.Ini adalah kedua kalinya saya menanam kangkung, ada dua pot yang kami miliki. Dan dari dua pot itu, biasanya kami bisa 3 kali panen. Setelah 3 kali panen. Kami harus menanam kangkung kembali.

Kangkung,dua kali tanam

panen kangkung dan sawi
Buah hasil semaian, mulai berbuah.



Berkebun banyak memberikan saya pelajaran,bahwa  ALLAH memegang kendali semua kehidupan ini. Sebagai manusia kita hanya bisa pasrah kepadaNYA. Apa yang kita lakukan kita takkan pernah tahu apakah berhasil atau tidak. Tugas kita hanya berusaha dan berdoa selebihnya serahkan pada ALLAH. kARENA DIALAH YANG TAHU APA YANG TERBAIK UNTUK KITA.










Comments

Tulisan Beken