Can I live Without BBM?

Jam 4.30 pagi, bukannya sholat Subuh, saya malah asyik baca feed teman-teman di BBM, kemudian beralih ke email dan terakhir G+. Sampai nggak terasa...30 menitpun berlalu.

"Ma..udah sholat subuh belum" tegur anak saya. Gubrak saya gelagapan.

Sholat subuh, mestinya tenang, malah cepat-cepat ngeloyor ke dapur, masak! Pikiran saya kacau..gegara mikirin status temen dan akhirnya ayamgorengpun gosong. Alamakkkkkk..amsiong!!


Haripun berlalu dengan segala kesialannya. Suasana hati semakin buruk,apalagi melihat perang status antar geng yang membuat kepala ini makin penuh, thinking for nothing! 

***
Brak.... hape sejuta umat jatuh, berantakan. Dengan muka bersungut-sungut saya mengambilnya. Kemudian tombol power saya hidupkan. Trang-tring bunyi pesan masuk saling bersahutan, saya scroll down...eaaaa..napa nggak bisa. Lalu saya coba kirim text...keyboardnya susah sekali dipencet,munculpun bukan seperti yang diarepin. Hingga membuat textnya kacau balau. Airmata saya meleleh, halah lebay!!!!

"Pah...hapeku rusak" dengan masih berurai airmata saya menangis. Kesel karena nggak bisa mainan hape!nggak bisa BBMan atau What's up an sama temen-temen. Dunia jadi jelek sekali rasanya. 

"Mau diservis atau beli yang baru nih?" bujuk suamiku, karena melihat raut mukaku seperti nenek-nenek kehabisan sirih. Akupun melengos..pergi.

***
Kejadian hape rusak membuatku seperti digampar 100 sapu, rasanya sakit bingit dihati. Dalam diriku berontak, Apa yang selama ini kulakukan? aku kebanyakan main medsos terutama bermain BBM. Sehingga banyak waktuku terbuang sia-sia dan membuatku frustasi karena tanpa sadar aku membandingkan hidupku dengan orang lain. 

Melihat orang lain update status Otewe, dadaku jadi sesak. karena aku kerja terus tanpa libur.

Melihat orang lain pamer ini dan itu...aku cemburu. Karena aku harus mengencangkan ikat pinggang.

membaca status sampah teman-teman di feed. Seperti makan racun...Akupun ikutan kena imbas kekesalan. padahal kagak ada kaitannya yak! dasar bocah gemblung tenan! Aku juga menemukan banyak teman yang bermuka dua. Tak ada yang benar-benar sebagai teman. Disitu aku sedih.

"What do you really want?? aku tersentak! Sunggu aku malu pada diriku sendiri terutama  pada anakku. Emaknya mengajari supaya tak aktif di medsos, lah dirinya sendiri dikit dikit update status. Piye to mak!!

Tak akan ada yang berubah, bila akunya tak mau berubah. Hari itu kuputuskan untuk mengurangi medsos, BBM ku delete. Meskipun ada protes dari suami dan teman baikku...Tak apa je. 

Tanpa BBM, hidupku jauh lebih tenang,bahagia dan fokus dengan pekerjaan. Waktuku yang dulu banyak kubuang untuk BBMan dan mikir nggak jelas. Sekarang kubuat untuk membaca, berkebun,menulis, membuat komik ataupun nonton Dorama jepang dan Korea. Ahaiiii...
Nunggu hape rusak dulu ya mak, baru nyadar. Wwkkwkwkwkkw

My Online Comic Kid

Comments

Tulisan Beken