3 Permintaan

xxlucu.blogspot.co.id

Disebuah Panti Jompo, ada sebuah persahabatan indah antara 3 orang nenek-nenek. Namanya Geng 3 Bunga dara. Persahabatan mereka sudah berpuluh-puluh tahun namanya. Dulunya mereka adalah artis ternama di kota Suka lupa diri. Tuti, adalah gadis cantik dengan lesung pipit yang memukau, lalu, ada Maryam, gadis seksi dengan bibir memblenya. Kemudian, Puspita cewek yang paling cantik diantara mereka. 

Hidup dengan ketenaran dan bergelimang harta, membuat mereka terlena. Foya-foya, main togel, ke diskotek, shopping  merupakan gaya hidup mereka sehari hari. Merekapun bangkrut. Dan pada akhirnya mereka harus puas tinggal di sebuah Panti Jompo kumuh di pinggir kota. 


*** 

Suatu hari, datanglah seorang lelaki tua disana. Menurut kabar burung, lelaki tersebut punya kesaktian, yaitu bisa mengabulkan semua permintaan kita.Tentu saja, ketiga nenek-nenek itu senangnya luar biasa. Ahai….sapa tahu juga keinginan mereka bisa terkabul. Penat rasanya tubuh mereka, saban malam tidur dikasur bau penuh ompol, ditambah makanan yang minim gizi. Ho ho ho gimana mereka bisa menjaga aura kecantikannya?

 “Pak tua, kami dengar kamu orang sakti”ujar Tuti dengan memperlihatkan gigi omponya Pak Tua itu hanya diam membisu. 

“Pak Tua yang ganteng dan baik hati, sudilah kiranya kau membantu kami” lanjut  Puspita, sambil memegang lembut pipi Pak Tua. Hati pak Tuapun meleleh. 

“Baiklah,aku akan membantu kalian. Seorang hanya boleh mengajukan satu permintaan. Sekarang tutuplah mata kalian, berputar 100 kali sambil mengucapkan mantera, *Waxaan Siri tul gondhal gandhul kupret” 

Tanpa berpikir panjang,ketiga nenek tersebut langsung berdiri dan berputar dengan mulut membaca mantera. Bibir bibir mereka penuh senyum,karena yakin sebentar lagi penderitaan mereka segera usai. Belum sampai 3 putaran,ketiga nenek itu rebah kelantai. Pingsan! 

*** 

Dua jam kemudian, mereka baru tersadar. Dan dengan wajah aneh, mata mereka saling bertatapan. “Lho…kok kita masih disini” 
“Pak Tua..dimana kamu”teriak Tuti marah.Diambilnya sandal bakiak butut miliknya.

 “Aku disini…woi” kata pak Tua cengegesan, “Dasar penipu, tega-teganya kau menipu kami yang tua renta ini, kakek peyot!” geram Puspita dengan mata merah menyala.

 “Siapa yang menipu kalian,emang permintaan kalian apa hayo” 

“Aku ingin kaya” jawab Tuti “Sama, aku ingin kaya juga”timpal Puspita. Berbeda dengan kedua sahabatnya, Maryam hanya duduk bengong.Hal itu membuat Tuti dan Puspita heran.

 “Maryam, bolehkah kami tahu apa keinginanmu?tanya Pak Tua pelan. 

“Aku ingin disini bersama kalian”katanya malu-malu 

“maryaaammmmmmmmmmmmmmmmm”kedua nenek itu teriak bersamaan. Pupus sudah impian mereka untuk menjadi orang kaya.Dengan gemas mereka mencubiti tubuh Maryam. 

“Wwkwkkwkwkwkwkwkw, dasar nenek-nenek gemblung! Sana ngaca, emangnya siapa aku ini?” Tuti dan Puspita menoleh kearah Pak Tua tak mengerti. 

“Aku ini bukan Tuhan,kalian kalau ingin sesuatu minta sama Tuhan, bukan sama aku yang sama seperti kalian. Coba kalian pikir, andai aku sakti seperti dugaan kalian. Untuk apa aku bersusah payah bekerja dan mau tinggal di panti jompo jelek ini. Ayo coba kalian pikir” 

Gubrakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk mereka berlalu dengan rasa malu. Barulah mereka sadar bila selama ini, hidup mereka sia-siakan.


Selengkapnya : http://fiksiana.kompasiana.com/fidiawati/3-permintaan_56ce89edde22bdbf2de5f0da

Comments

Tulisan Beken