Berkah dari sampah dapur

Berawal dari rasa penasaran, aku mencoba menanam umbi ubi yang kudapat dari sisa membuat gorengan.

Keluarga kami memang sangat suka gorengan.ntah itu pisang goreng,ketela atau singkong. Enak dimakan hangat -hangat saat pagi atau sore hari  sebagai peneman kopi atau teh sambil ngobrol dengan suami dan anak plus kucing kami, bobo.


Aku tanam aja umbi ubidi polibag, tak ada harapan apapun saat itu. Eh nggak tahunya tumbuh.Seiring,berjalanya waktu, tanaman umbi tumbuh subur, daunnya ijo. kadang aku tergoda untuk memasak daunnya untuk dibuat tumis. Untungnya tak kulakukan. hhee




Kemudian, lama-lama kuperhatikan daun-daunnya mulai menguning. Aku tidak mengerti apakah tanaman ini kena virus atau emang waktunya panen. Nggak mikir panjang, aku memilih memanennya.Meskipun aku tak tahu apakah tanaman umbi itu menghasilkan apa tidak. Eaaa ada umbi besar satu, dan...satu lagi. 


Dan hei..betapa terkejutnya aku,ketika kudapati ulat besar berbulu menggerogoti tanaman sawi, tubuhnya endut dan sekumpulan belalang yang berpesta pora memakan tanaman bayam merah yang kusayang, maklum penyemaian benih kapan hari tak tergolong sukses, hanya ada 10 bibit yang tumbuh. Itupun pertumbuhannya lola banget. Apakah tanahnya kurang nutrisi atau emang karena paparan hujan dan panas. Aku tak tahu......

Akhirnya ulat besar itu aku bunuh...hiks...maaf ya ulat dan belalangnya pada kabur. Ya sudahlah kupanen saja sekalian sawi dan bayam merahya.Daripada mereka habis dimakan ulat dan belalang. Hmm harus  cari tahu bagaimana mengantisipasi mereka nih.






Comments

Tulisan Beken