Rakha,Yangkung dan Monster Kuru-kuru




Hujan lebat mengguyur kota mulai jam 1 malam,sesekali petir menyambar. Suaranya memekakkan telinga.Rakha meringkuk ketakutan dikamarnya yang gelap. Ia tak berani keluar kamar. 

“Jangan ambil aku monster Kuru-kuru” gumannya sambil terisak. 

“kriet”……. Pintu kamarnya terbuka. Badannya menggigil cemas.Matanya mengintip dari balik selimut tebalnya. Iapun lega ternyata Yangkung yang datang.


 *** 

Bun bun dan Ayah tak tahu,dibalik sifat ceria Rakha, ia menyimpan sesuatu. Mereka berdua sama-sama sibuk bekerja, dan hanya bertemu Rakha sebentar setiap pagi sebelum mereka berangkat kerja. Sehari hari Rakha bersama Bi Sumi.

 Sedangkan Yangkung dan Yangti setiap 2 bulan datang menjenguk Rakha.Mereka sangat sayang pada Rakha. Maunya mereka merawat Rakha dikampung, karena kasihan Rakha sering kesepian dirumahnya,tapi Bun bun dan Ayah tak setuju. Sedangkan  Yangkung dan Yangti tak mau pindah kekota. Di kota kehidupannya bising,udaranya panas, apalagi tak ada kesibukan. Mereka tak suka seharian hanya menonton tivi,makan dan duduk saja.Otak jadi buntu. Lebih baik tinggal didesa yang tenang sambil merawat kebun dan kambing.

*** 

Yangkung pernah melihat buku gambar Rakha. Isinya  gambar monster,hujan dan anak lelaki yang sembunyi dikolong tempat tidur. Yangkung ingin mencari tahu siapakah monster Kuru-kuru.Dengan caranya yang halus Rakhapun bicara.  

Umur Rakha, bulan depan genap 6 tahun. Dan ia takut sama hujan,apalagi petir. Ceritanya dulu sewaktu hujan lebat Ia merengek mau bermain air hujan. Sebab ia bosan bermain dalam rumah terus,sedangkan Bun bun sibuk didepan komputer. Sayangnya Bun-bun tak memperbolehkan, tapi Rakha tak mengerti, ia merengek terus sampai Bun-bun marah. Lalu ada petir! Bun-bunpun bilang ada monster Kuru-kuru datang, kulitnya hijau seperti HULK, bau badannya bau busuk, gigi-giginya tajam seperti buaya. Ia suka memakan anak kecil yang bermain hujan.Membayangkan saja Rakha bergidik ngeri…ia pun diam dan memilih menonton doraemon ia percaya sama bun-bun, sebab bohong itu dosa!

 Yangti memeluk Rakha iba sedangkan Yangkung terduduk diam sambil menyeruput kopinya yang tak lagi dingin.  

 *** 

“ Yuk kita main Treasure Hunt” ajak Yangkung pada Rakha. Sejak pagi Yangkung dan Yangti sibuk mempersiapkan sesuatu buat Rakha. Bun bun dan Ayahpun sudah tahu rencana mereka. 

 “Hayuk…tapi mainnya didalam saja ya” Rakha melihat mendung tebal dilangit.Wajahnya yang tadi ceria berubah tak bergairah.

 “Jangan khawatir sayang,Yangkung akan menjaga Rakha dari monster kuru-kuru lagipula banyak kejutan untukmu diluar sana” Yangkung mengerti….digandengnya tangan Rakha. Kepercayaan diri Yangkung membuat Rakha berani.

 “eits…pake ini juga nak” Yangti memberikan mantel hujan berwarna kuning padanya. Rakha semakin ingin tahu kejutan apakah yang menantinya diluar.

*** 

Di taman belakang Yangkung dan Yangti bahagia melihat betapa bahagianya Rakha. Dia bersemangat mencari harta karun  dalam peta. Dia sibuk berlari kesana kemari mencari petunjuk.   Hujan mulai turun, mula-mula gerimis kemudian lebat. Rakha tak peduli, ia masih sibuk mencari petunjuk terakhir untuk menemukan harta karun. 

Tangannya sibuk menggali gundukan tanah,disamping bunga mawar. Raut mukanya kelihatan serius.  

 “Yangkung…lihat apa yang Rakha dapatkan!!.” Sambil tangannya mengacungkan sebuah kotak merah. Ia tertawa girang.

 “Kamu hebat Rakha” puji Yangkung. Ia duduk disebelah Rakha dibawah guyuran hujan deras. 

Yangkung…bolehkah Rakha bermain hujan-hujanan sebentar?” dia ingin sekali bermain air hujan.

 “Tentu saja boleh, Yangkung juga pingin bermain hujan-hujanan bersama Rakha”   Rakha tertidur di sofa bersama Yangkung. Mereka berdua kecapean setelah bermain hujan-hujanan.  

 “ssst….mosnter kuru-kurunya ternyata baik”  


Selengkapnya : http://fiksiana.kompasiana.com/fidiawati/cerpen-anak-rakha-yangkung-dan-monster-kuru-kuru_56e644b3317a616c098b4568

Comments

Tulisan Beken