Semakin Dikejar Semakin Rakus







Ada kasus dimana beberapa waktu lalu Z datang berkunjung. Dia bercerita tentang beratnya tuntutan pekerjaannya belum lagi ngurusin bisnisnya sendiri.

Tiap hari dia merasa waktunya dikejar oleh pekerjaan,sehingga membuat jantungnya sedikit bermasalah dan mengalami *Aritmia. Sebenarnya dia pingin resign dari pekerjaannya dan focus mengurus bisnisnya,tetapi disisi lain, dia sayang melepas fasilitas yang dia trima saat ini.


Aku hanya menghela nafas panjang,diam. Sambil mendengarkan dia selesai bercerita.Z kujadikan cermin diriku.

Siapa sih yang tak butuh kerja dan memiliki bisnis ini itu,uang jadi melimpah. Setelah itu kita akan sibuk sekali,karena pikiran kita hanya memikirkan bagaimana menghasilkan uang banyak. Rela pontang-panting mengatur waktu gimana bisa handle semua sampai lupa kewajiban pada Allah dan anak serta suami/istri.

Project A belum kelar, sudah mengincar project B. Otak jadi pening mikirin,karena dikuasai mas Ego. Nafas jadi ngos ngosan sendiri. Lah..gimana jantungnya kagak protes to yoooooooooooooo???

Kemudian aku bertanya sendiri…….

Apa sih sejatinya yang kita cari dalam hidup ini? Apakah kebahagiaan,kedamaian,Kekayaan,keluarga yang harmonis,anak-anak yang sehat dll?
Okeh…sebagian besar mungkin orang akan menjawab mencari kebahagiaan? Siapa yang tak ingin bahagia. Tapi..apakah kita tahu arti kebahagiaan itu akan berbeda pada tiap orang. Dan sebagian besar orang akan menjawab bahagia itu bila punya duit banyak seperti paman Gober.Wkwkkkwkwkw

Hari gini, siapa sih yang nggak perlu uang…

Dengan memiliki uang banyak kita serasa menggengam dunia. Apapun dapat kita lakukan.Mo oprasi plastik, pasangan cantik/ganteng,beli barang mewah, atau naik dokar ke bulan eaaaaaaaaaaa.

Sayangnya..kita tak pernah menyadari semakin uang dikejar. Nafsu kita semakin rakus.Kita dimakannya pelan-pelan.

Lantas apa artinya uang melimpah,bila bathin kita tak tenang,Kita jauh dari Allah,rumah tangga berantakan,anak tak terurus.sakit sakitan sama sodara,tetangga juga tak baik. Apa nikmatnya?? Rugi dong.

Nah….ada baiknya kita merenung dan menyadari  sebelum kita merugi. Kita harus merubah pola pikir kita. Yaitu dengan cara menyeimbangkan hidup.

Allah sudah memberikan kita waktu 24 jam supaya kita mengatur sebaik-baiknya, untuk bekerja,beribadah,istirahat,berkumpul dengan orang yang kita sayang dan bersilaturahmi dengan tetangga/sodara.

Susahkan itu?

 #menasehatidirisendiri

Comments

Tulisan Beken