In The Rain


Dari balik kaca mobil, mata Adit menangkap sesosok gadis berpayung jingga. Ia memakai kaos hitam dan celana pendek warna khaki. Rambutnya yang berwarna blonde tergerai dengan indah. Gadis itu tampak riang memainkan tetesan air hujan di tangannya.

Adit tersenyum, kemudian ia menepikan mobil, mengambil payung dan keluar menghampiri gadis itu.

“ Hai “ sapanya. Gadis itu menoleh dan memberikan senyuman  padanya, lantas, ia bermain lagi ke dekat bunga kamboja putih yang sedang mekar.

Seperti terhipnotis, Adit mendekati gadis itu. 


Gadis itu diam tak bereaksi. Tangannya sibuk memunguti bunga kamboja yang gugur. Lalu diciumnya bunga itu dengan penuh perasaan.

“ Meow “ suara lirih anak kucing mengalihkan perhatiannya.
Matanya mencari – cari suara itu. Kemudian Ia berlari ketika menemukan seekor anak kucing belang telon meringkuk tak berdaya di atas tumpukan sampah.

Mata mereka bertatapan. Gadis itu terdiam, air matanya meleleh.

“ Malang mian nasibmu kucing kecil, kedinginan sendiri tanpa tempat bernaung “.

Ia mendekap anak kucing itu seperti seorang bayi dan berjalan Adit sendirian.

***

“ Dit, makan siang yuk “

“ Nanti aja deh, aku masih ada urusan keluar “

Oka tampak terkejut dengan jawaban singkat Adit. Sebelum ia bertanya lagi didapatinya Adit sudah berlari menuju lift.

Tumber Adit penuh rahasia padanya.

Sebagai salah seorang Manajer Keuangan kesayangan Big Boss, dia selalu sibuk baik itu membuat perencanaan dan aktif menggali sumber dana untuk Investasi yang berguna bagi perusahaannya.

Seperti hari ini dari pagi, matanya sibuk memelototi angka – angka di depan computer.
Dahinya sesekali terlihat mengkerut menautkan kedua alisnya yang tebal, membentuk indah seperti seekor elang.

Wajah Adit tergolong di atas rata – rata dengan jambang yang selalu tercukur rapi dan sorot mata coklatnya yang tajam serta tubuh atletis membuat gadis – gadis bertekuk lutut padanya.
Sayang, ia lebih suka bekerja.

***

“ Aku jatuh cinta Ka!”

“ Hahh …. masa sih?”

“Bagaimana mungkin?

Oka kaget sampai tersedak. Ia memandangi  Adit tak percaya.

“ Aku lelaki normal bro!” Jawab Adit tertawa renyah. Ia tahu selama ini banyak rumor negative tentangnya. Dan Ia tak pernah peduli.

Bodo amat!

“Kenalin dong Dit,please”

“Untuk apa”

“Mau buat Canteen Press Conferense” Oka tergelak membayangkan fans Adit pada baper mendengarnya.

“Oke…I’m promise Ka,tapi setelah aku menamukannya!”

“Maksudnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa??????”

Adit pergi tanpa menjawab.

***

Hujan turun sangat lebat. Sesekali petir menyambar memekakkan telinga. Semua orang enggan untuk keluar, mereka lebih memilih berada dalam ruangan ditemani hangatnya segelas kopi dan gorengan.

Terkecuali Adit. Seperti hari-hari kemarin, Ia menerobos hujan.Kali ini Oka ikut bersamanya.
Ia melaju mobilnya pelan,matanya awas melihat kekanan dan kekiri mencari seseorang yang selama ini mengganggu tidur malamnya.

Pikirannya mulai tak tenang, lalu disulutnya sebatang rokok dan menghisapnya dalam-dalam.Senyuman  gadis itu menari-nari dipelupuk matanya.Membuat jantungnya berdegup kencang.

“Tuhan…tolong jangan buat aku menderita seperti ini” Ia menarik nafas berat.

“ Cintamu extreme pada cewek yang baru kamu lihat, C’mon sadarlah!”
Adit diam…

“Kamu bisa pilih Alin,Lunar,atau Maya yang sexy.Mereka cantik dan pintar!”Oka membenarkan posisi duduknya.

“Kalau masih berisik,turun aja deh” kata Adit tak menghiraukan dengusan kesal Oka.

Ciiiiitttttttttttttttttttttttttttt!!!!

Reflek, Adit menghentikan mobilnya,sampai kepala Oka membentur kaca mobil. Ia meringis kesakitan!


“Loe gila  Dit!”

Adit membuka pintu dan mengejar seorang gadis didepannya.

“Tunggu” teriaknya.

Gadis itu tetap berlari mendekati jembatan. Sejenak Ia berhenti menatap ke aliran sungai  yang berwarna keruh.

Sedetik kemudian ……………..

Tubuh gadis itu meluncur kebawah.

Nafas Adit terhenti! Lalu tanpa berpikir panjang Adit mengikuti gadis itu.
Teriakan Oka melolong,mengagetkan orang-orang yang melintas.

***

Beberapa minggu kemudian. Adit mendatangi sebuah rumah bercat putih. Ia membawa sesuatu.

“Elsa ada tante?”

Perempuan paruh baya itu menyambutnya ramah.

“Elsa, ada Adit di luar”

Elsa keluar kamar dengan senyumnya yang khas, menyapa Adit

“Meow”

.Ia tertawa riang ketika melihat Adit membawa seekor kucing Anggora.

“Untukkah itu mas” tanyanya malu-malu.

Adit menggangguk. Mata Elsa berbinar menyambutnya. Ia peluk kucing itu dengan sayang.

“Meow”

Kucing itu manja kepada Elsa,diusapkannya kepalanya pada tangan Elsa.

“Mas….kenapa kamu menyelamatkanku” kata Elsa pelan memecah keheningan.

“Karena aku cinta kamu!”

“Sejak kapan?”

“Sejak pertama kali kita bertemu”

Tangannya meremas lembut tangan Elsa. Mata mereka saling menatap mesra. Ada binar indah terhampar disana.

“Cieee..yang lagi pacaran,sampai lupa teman”


Mata Adit terbelalak!

Oka,cowok gemulai itu tersenyum culun membawa beberapa kantong makanan untuk keluarga Elsa.

Jember 1502016



















Comments

Tulisan Beken