Annisa Dan Bekti # Part 2


Cerita sebelumnya

Remote Control

Setelah menyelesakan pekerjaan rumah, Annisa duduk anteng di depan Televisi ditemani setoples stik bawang.

Mukanya serius menatap Drama Korea di layar kaca, sesekali Ia terlihat tergelak. Kemudian….

Klik…..

Channel televisi telah berganti dengan siaran olahraga,Tinju. Annisa memonyongkan mulutnya, cemberut melirik Bekti, yang duduk santai disampingnya. Tangannya memegang remote control dan mulutnya sibuk mengunyah stik bawang. Kriuk…kriuk…kriuk suaranya berisik sekali.


Tak mau mengalah, Annisa merebut remote control di tangan Bekti. Namun, tangan Bekti lebih sigap. “Ssshhhhhh, gantian aku yang nonton,donggggg” Kata Bekti cuek. Seraya membersihkan ingusnya dengan tissue. Bekti sedang flu berat.

“Nggak... !! bisa ketinggalan ceritanya ntar...” Annisa tak mau kalah.

“Hus! Kamu, kan bisa lihat di youtube atau bisa lihat tayangan ulangnya nanti” Annisa dongkol, dan melengos meninggalkan Bekti.
***
Annisa keluar berbelanja di warung di belakang rumahnya,membeli odol ,sepapan pete dan ikan asin. Membayangkan makan pete dengan sambal pedas,bersama ikan asin dan nasi hangat. Sudah membuat air liur Annisa keluar. Lama sekali, dia tak memakan pete.

Sampai dirumah, dilihatnya Bekti masih asyik menonton siaran Tinju . Kakinya berselonjor di sofa. Annisa mendekat. Bukannya menonton,Bekti malah tertidur di sofa dengan memgang erat remote di tangannya. Annisa geli. Pelan-pelan, Ia mengambil remote di tangan Bekti. Dan memindahkan channel favoritnya.

Kenapa diganti,sayanggggggggg?!” Ia mengambil alih kembali remote dengan senyum yang sengaja di manis-manisin.

“lho, Yayang kan, tidur

“Iya, tapi teliganku masih dengerin kok” Annisa menghentakkan kakinya kesal,hasratnya menonton kelanjutan Drama Korea seketika surut. Ia tak habis pikir, apa sih istimewanya menonton dua orang saling pukul di atas ring, kadang hidungnya sampai ada yang berdarah. Melihat di tivi saja Annisa ngeri,apalagi melihat langsung. Bisa pingsan dia .Annisa membuat rencana.

Beda lagi dengan Bekti,dia tak mengerti kenapa istrinya,tergila-gila dengan Drama Korea.Sampai ngigau segala. Sehari terlewati dia sudah ngambek,seakan dunia akan runtuh. Konsentrasi Bekti buyar seketika,mendengar suara teriakan Annisa dari dapur.

Tooolonggggggggggggggg!!!!!!

“Ada apa Nisa, Sayang” Ia  mendapati Annisa berdiri di atas bangku. Tangannya menunjuk-nunjuk di bawah kolong meja, dekat kompor gas. Bekti membungkuk dan mencari tahu.

Perut Bekti kaku, Ia mundur selangkah ketika seekor tikus menampakkan wajahnya yang panic ketakutan. “Hiyaaaaa, ada tikus!!!” jerit Bekti ketakutan. Secara reflek Ia naik ke atas meja. Lalu, tangannya melempar tikus itu dengan sesuatu yang sejak tadi di pegangnya.

Remote control hancur berantakan di lantai. Tikus lari tungang langgang keluar dapur.

“Wkwkwkwkkwkwkw”Annisa tergelak sampai matanya keluar airmata, setelah tahu suaminya takut dengan tikus, sama dengan dirinya.

Kini, gantian Bekti yang cemberut. Ia malu dengan Annisa. Karena sudah mengetahui kelemahannya.

“Nggak,papa sayang, aku tetep sayang kamu kok” Annisa menghibur suaminya.

Kita,makan siang yuk” ajak Annisa pada Bekti. Bekti menggeleng. Selera makannya hilang setelah melihat tikus.

“Kita makan dia luar saja,sekalian beli remote control”      

Eng….apa nggak sekalian beli tivi baru juga,Yang?” Bekti, melotot!











Comments

Post a Comment

Tulisan Beken