Being Grateful

Membaca buku The Secret ada yang menarik hatiku tentang rasa syukur.


Ku cari ke dalam diriku. Kapankah aku bener-bener bersyukur atas segala nikmat yang kuterima selama ini? Hmmm sepertinya pas saat dapat rezeki nomplok saja. Hal -hal kecil biasanya terlewat begitu saja. Padahal nikmat itu kan nggak melulu uang doang.


Kemudian....aku membuat tantangan sendiri dengan mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang selama ini telah memberikan pelajaran buatku. Baik itu yang berbuat baik atau nggak.



Sebagian ucapan itu ada yang kukirim lewat email. Dan kebanyakan kukatakan langsung. Soal jawaban nggak mikir. Dijawab syukur nggak juga nggak masalah.


Jawaban pertama datang dari mantan boss saat kerja dulu di hotel. Katanya dia terharu baca emailku. Pingin nangis!Nggak nyangka banget dia masih inget padahal  dulunya jarang intouch. Lah aku dimana dan kerja apa. Sedangkan dia karirnya makin melesat.


Nggak bisa dibohongin,sering aku rendah diri ketika mau bertegus sapa dengan teman yang sudah hebat,apalagi sama mantan boss. Bukan aku merendahkan pekerjaanku dan pilihanku sebagai Ibu rumah tangga. Tapi hanya segelintir orang yang mau menerima kita adanya!


 Pun begitu sama bossku yang lain...mereka masih inget sama aku. Jujur aku happy....masih  diinget sama mantan boss meskipun sudah hampir 15 tahunan kagak ketemu.



Setelah itu kami mulai membangun relasi kembali meskipun hanya lewat facebook dan email.


Disusul email dari sahabatku. Dia kaget membaca emailku,khawatir ada sesuatu denganku. Setelah kujelaskan barulah dia tertawa. Begitulah seorang sahabat,meskipun nggak tiap hari intouch...tapi care satu sama lain


Ada juga sahabat yang sudah ku anggap kaka dikompasiana. Hubungan kami retak gegara foto yang menghebohkan . Ada yang membalas ada yang tidak. It's Ok itu sudah berlalu aku banyak mengambil hikmah dari sana.Yang jelas...aku lebih banyak mengerem egoku sekarang dan  lebih suka mengamati dari jauh.


Dalam pertemanan,aku tak pernah neko-neko dan pilih pilh. Tak pernah mau mengambil keuntungan. Bener bener murni berteman. Mo dia CEO perusahaan atau pedagang gorengan. Kalo memang ada chemistry dan mau berkawan hayuk,kalau tidak mungkin aku akan mundur teratur apalagi di dunia maya,yang kita tak tahu aslinya gimana.


Kemudian..aku mendapat kejutan yang luar biasa dari Ibu mertua. Beliau datang menengok kami setelah hampir lima tahun kami di Jawa. Padahal Jawa-Bali deket.Dan kami juga sering mengundang keluarga inti datang. Namun...ada saja alasan. Sehingga kamipun sudah pasrah. Yang penting,sebagai anak kami care sama mereka meskipun kami berbeda agama.


Lalu ada juga tawaran manis  blogku akan dipasang di blognya si mbak yang fiksinya keren banget. Wick!kaget juga sih. Gimana nggak kaget wong aku newbie banget dalam tulisan fiksi  Tapi kata si mba...dia suka tulisanku dan ide yang orisinil. hhehehe makasih ya mba..jadi semangat menulis. Trus Mas R..yang mau kurepotin dengan pertanyaan dodolku soal blogku yang error.

Aduh..keknya banyak sekali orang-orang baik yang baik, yang tak bisa kebutkan satu satu

 Keajiban-kejaiban yang kuterima membuatku berpikir. Mungkinkah ini karena aku mulai benar-benar bersyukur PADANYA? Yach bisa jadi!

















 





































Comments

Tulisan Beken