When Bobo Dissapear

Image result for cartoon cat shutterstock
Berulangkali Bobo mondar mandir di depan pintu gerbang, sesekali matanya menatap jalanan dari celah pintu dengan masygul

“Boooooo…sini!” Bobo tak mengindahkan teriakan Valerie dari dalam rumah. Dan tetap berdiri di dekat pintu gerbang.

Sepertinya ada yang dipikirkan oleh Bobo.

Dia tidak marah sama Valerie, sama Emak atau pada Bapak yang sangat perhatian padaku. Mereka baik dan suka mengajakku berbicara,meskipun mereka tak mengerti bahasaku.


Bobo seperti raja kecil disini. Tak pernah kekurangan apapun. Tempat tidurnya empuk,makanannya lezat dan sarat gizi. Dia juga di limpahi cinta dan kasih sayang.Tapi……rasanya  tak menarik lagi bagi dirinya.

Mak…..Bobo tak mau makan”

Oh...mungkin makanannya sudah layu,ganti saja yang baru nak

Tetap nggak mau, Mak! Mungkinkah dia sakit tenggorokan!”

"Dikasih obat apa mak?"

Nggak tahu” sahut Emak menenangkan Valerie yang mulai bingung.
***
Miaw…miaw..miaw….terdengar suara kucing diatas genting. Suaranya berisik sekali. Bobo yang sedang tidur langsung terjaga dan mencari tahu.

“Ayo..main dengan kami disini” Bobo ragu mendekati. Tapi..melihat mereka melompat kesana kemari sepertinya menyenangkan juga.

Dan Valerie yang baru bangun,terkejut tak mendapati Bobo dikamarnya. Biasanya dia tidur bersamanya. Dicarinya Bobo dikamar orangtuanya. Tapi disanapun tak ada Bobo.

Pagipun dibuat heboh dengan  menghilangnya Bobo dari rumah. Tak mungkin juga Bobo keluar pagar,karena pintu gerbangnya terkunci. Jalan satu-satunya keluar adalah lewat atap.

Bobo…boboooooo….boooobooooooooooooooooo” Bapak dan Valerie saling berkeliling komplek mencari Bobo. Kemudian,dengan wajah lesu mereka pulang tak membawa hasil.

Bobo…dimana mak, Valerie tak mau dia seperti Orion” Valerie mulai terisak,Ia tak bisa membayangkan hidupnya akan sepi tanpa Bobo.

Valerie naik keatas dak rumah. “Bobo…bobo..boboooooooooooooooooo…!!!!!”

“Miaw……”

Seekor kucing berbulu coklat berkalung merah keluar dari tembok tetangga sebelah rumah. Berjalan lamban seperti seorang Lady,kemudian dibelakangnya Bobo membuntuti.Setelah dekat dengan Valerie,keduanya bergulingan dilantai,mengeong-ngeong tiada henti.

Valerie terperangah….disusutnya airmata disudut matanya. Pikiran buruknya berangsur pergi. 

Mak,Bapak, Bobo disini….!”

"Oh..kamu membawa teman ya Bo" Mereka bertigapun memeluk Bobo bahagia.










Comments

Post a Comment

Tulisan Beken