Lakon Jam Satu



shutterstock


K….

Aku menunggumu dari jam satu. Berpakain warna biru sesuai permintaanmu. Rambutku sudah kusisir rapi, dan wajahku kuberi sedikit polesan.Tapi….kamu tak kunjung datang, mataku sampai lelah melihat lalu lalang orang di jalanan Aku juga tak peduli dengan derasnya air hujan, sampai badanku basah kuyup. Sia-sia sudah tadi aku berdandan cantik
Lihatlah kakiku gemetaran karena lelah berdiri dan kedinginan. Namun aku masih menunggumu, tepat disini. Tak bergeser sesentipun.Aku khawatir kamu tak menemukanku.


K……

Aku menunggumu dari jam satu.Sampai perutku keroncongan. Tadi aku hanya sarapan lontong sayur plus semangkuk bubur kacang ijo. Kamu tahu kan K…aku suka kelaparan. Gimana ntar kalo aku pingsan? Siapa yang akan menolongku K? apakah pangeran tampan sepertimu ataukah monster kodok berpakaian kupu-kupu?

K…
Aku menunggumu  dari jam satu. Tapi kamu tak kunjung datang.
Kamu tega yach….membuatku menunggu begini, sendirian di pinggir jalan.Jadi tatapan segar lelaki nakal.Dimanakah dirimu K? Aku sudah capek tahu…….Aku pingin nangis…tapi aku malu dianggap orang gila.

***

L…..

Jam satu tepat aku menunggumu. Aku memakai kaos hitam,dengan blue jeans pinjaman.Sayangnya kamu tak kunjung tiba. Aku masih sabar menunggumu.ditemani nyamuk nyamuk ganas...karena aku cinta kamu L.

L…..

Tadi aku membelikanmu sebungkus nasi padang. Karena aku tahu kamu suka kelaparan. Dan aku tak suka melihat kekasih hatiku merana menahan lapar.Tapi….kamu tak kunjung datang.
Terpaksa nasi padangnya kumakan. Maafkan aku sayang, nanti kubelikan kamu lagi. Nanti kita makan berdua.

L……

Aku menunggumu sejak jam satu. Dan aku malu sama mbak mbak jadi-jadian diseberang jalan yang suka mengintip malu kepadaku. Membuatku keegeran sendiri. Beruntung senyum manismu mengingatkanku.
Dimanakah dirimu sayang, please jangan buat aku khawatir.

***

Esoknya, merekapun bertemu. L dengan matanya yang sembab, dan K yang kurang tidur.

“Aku benci sama kamu K” L tak kuasa menahan emosinya. Ingin rasanya dia mengunyah lelaki pujaannya itu.

“Aku menunggumu L,kalau tak percaya silahkan tanya mas mas tukang ojek di pengkolan sana” K tak mau kalah.

“Bohong..aku menunggumu sejak jam satu” wajah L begitu gusar.

“Sama, aku juga menunggumu sejak jam satu” K juga merasa sangat lelah.

Merekapun bertengkar…sampai tenggorokan mereka kering. Untungnya ada penjual es dawet lewat.

“Beli es dawet dulu yuk, kering nih tenggorokan,ntar tengkarannya kita lanjutin lagi” Senyum L pada K. Lelaki itu mengiyakan, tak sanggup menolak permintaan kekasih hatinya.

Masih dengan rasa ingin tahu,Iapun bertanya kepada L yang sedang asyik meminum es dawet.

“Sayang….ngomong-ngomong kamu menunggu jam satu siang apa malam?” 

“Ya..jam satu sianglah Yank,emangnya aku kuntilanak yang berani keluar malam-malam hanya untuk bertemu denganmu” 

Gubrak….

“Yo pantes aja nggak ketemu, orang aku menunggumu jam satu malam yank….”

“Haahhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!






Comments

  1. Huakakakakkk judulnya sama-sama jam satu.. Berantemnya pake jeda minum es dawet dulu ya Mbak? Keren, kalo nggak jeda pasti masih berantem terus tuh hhe :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Tulisan Beken