Regret




freerangerstock

Di depan rumah, Mia menunggu Bapak pulang dari pasar. Berkali-kali dia mengucek-ngucek matanya supaya tetap melek. Namun apa daya, rasa rasa kantuk terlalu berat untuk ditahan. Iapun tertidur pulas di kursi.

“Mia….tidurlah di dalam nak?” Ibu membangunkan Mia. Tapi, Mia menolak. Ia ingin menunggu Bapaknya dan memperlihatkan hasil ulangan tadi di sekolah.


Jam 10 malam barulah bapaknya datang. Mia membantu membawa tas Bapak,kemudian diambilkannya minum.”Capek ya pak” Tanya Mia sambil memijiti kaki bapak. “Hmmmm….” Bapak tak menoleh,matanya menatap layar smartphonenya .

“Pak….tadi Mia, ulangan dapat nilai 10” kata Mia riang dan memberikan hasil ulangan pada bapak.

Sudah, jangan ganggu Bapak, Bapak mau tidur sekarang!” Bapak meninggalkan Mia dengan hati kecewa.

Ibu menarik nafas panjang. 

“Anak-anak butuh bapak. Mereka kangen bapak. Apa lagi yang Bapak cari?” Tanya Ibu gusar.

“Aku ingin memberikan kehidupan yang terbaik buat kalian bu” suara Bapak terdengar marah. Ia lalu membanting pintu dengan keras. Suaranya membangunkan anak-anak.


***

Dulu Ibu mengerti, sebagai pegawai rendahan, Bapak bekerja keras untuk menghidupi empat orang anaknya. Untuk membantu Bapak, Ibu berjualan nasi kucing dan gorengan di depan rumah.

Lambat laun kehidupan mereka merangkak naik. Jabatan Bapak semakin mulus di perusahaannya,bapak menjadi tangan kanan Boss. Bapak yang dulunya kemana-mana naik angkot sekarang sudah punya mobil sendiri yang bisa mengantarkan mereka pergi kemana-mana. 

Ibu juga sudah lama berhenti berjualan nasi kucing dan focus memperhatikan tumbuh kembang anak-anak. 

Mereka juga sudah pindah ke rumah bergaya Victorian,dengan kolam renang dan kebun cantik didalamnya. Sebagai hadiah ulang tahun perkawinan mereka yang ke 10.

“Untuk apa semua ini?” tangis Ibu tertahan. Ia seperti single parent, karena suaminya terlalu sibuk bekerja. Pergi pagi pulang dan tengah malam.

Setelah kejadian itu, baik ibu maupun Mia tak pernah bertanya kepada bapak lagi. Dan membiarkan Bapak yang semakin sibuk dengan bisnis yang baru di rintisnya. Ia semakin jarang dirumah.

***

Ulang tahun Mia tinggal menghitung hari. Bapak ingin memberikan kado istimewa untuknya.
“Ibu…..lusa kita ke Hongkong,sekaligus merayakan Ulang Tahun Mia disana” kata Bapak dengan wajah berseri.

Benarkah pak…?” Tanya Ibu tak percaya. Bapak mengangguk, Ia membuka tas dan memperlihatkan tiket serta hotel yang sudah di bookingnya.

“Terimakasih Pak, Mia akan bahagia sekali” Ibu melirik Bapak mesra.

Di Bandara, Ibu,Mia serta adik-adiknya menunggu Bapak gelisah. Sebentar lagi pesawat mereka akan berangkat dan Bapak belum datang. Mia menghubungi Bapak.

“Berangkatlah dulu kalian sama Ibu, Bapak nanti menyusul dengan penerbangan selanjutnya”

“Tapi..pak?”

“Mia….bapak ada rapat penting sekarang!” Bapak segera mematikan teleponnya

“Ayo,kita berangkat” Ibu  tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya pada suaminya.

Beberapa jam kemudian, bapak menerima telepon. Pesawat yang ditumpangi istri dan anak-anaknya jatuh, dan semua awak seta penumpangnya tewas. Seperti orang gila, Bapak berlari ke jalanan sambil berteriak memanggil nama istri dan anaknya. Sayangnya mereka tak lagi menyahut. Dan baru kali ini, Bapak sangat merindukan kehadiran mereka.

20062016


Comments

Tulisan Beken