Senyum Nayla



Nayla menatap cermin lama sekali. Melihat wajahnya yang terlihat aneh dengan bibir yang tak membentuk sempurna,memperlihatkan celah langit rongga mulut dan gigi-giginya yang tumbuh tak beraturan. 
Kemudian jari telunjuknya diletakkan di kedua sisi bibirnya,dan menariknya keatas. Aha……, dia belajar tersenyum.

 “Bunda…..apa boleh Nayla ikut lomba Fashion show disekolah?” tanyanya dengan suara sengau. Bunda yang sedang menjahit,terkejut dengan pertanyaan Nayla.
“Fashion show….? Boleh….bila Nayla mau ikut.Nanti Bunda akan buatkan baju special buat Nay” Jawab Bunda tak mau mengecewakan keinginan Nayla.
Horeeeeee…!!!!” Nayla menari-nari mengelilingi Bunda.
***
“Hahahaahahha,Nayla ikut Fashion Show? Apa dia nggak ngaca,mukanya seperti apa?”Ejek Dila dan gengnya menertawakan Nayla,di depan kelas.
“Emang ada yang salah?” Sahut Nayla lantang.
“Ya salah dong, bibirmu sumbing! Mana cocok ikut Fashion Show” Jawab Dila ketus. “Aku akan protes ke Bu Mamik,mengapa membiarkanmu lolos audisi” katanya lagi.
Nayla diam. Anak-anak riuh mengamini perkataan Dila. Dila memang popular. Selain cantik, dia juga anak orang kaya yang suka membagi makanan ke anak-anak. Tapi tidak pada Nayla, Dila selalu bersikap buruk padanya.
Bu Mamik,wali kelas mereka masuk ke kelas. Wajah Dila berseri-seri. Ia yakin Nayla akan gugur setelah Ia dan teman-temannya melakukan aksi protes pada Bu. Mamik.
“Anak-anak, Ibu mengerti ketidaksetujuan kalian. Tapi…lomba Fashion Show ini untuk semua murid disekolah ini dan itu berlaku juga bagi Nayla. Jadi..Ibu minta,kalian hormati hak Nayla untuk mengikuti Fashion Show” huuuuuuuuuuuuuuuu jawab sebagian anak-anak kecewa.
“Aku tak boleh menangis” Nayla menyemangati dirinya sendiri.
***
Hari itupun tiba. Nayla berdandan cantik dengan gaun special dari koran bekas, yang di cat warna kuning oleh bunda.Dia juga memakai mahkota dari daun nangka yang taburi bunga-bunga kamboja merah. Ia seperti peri di negeri dongeng.
Kamu cantik sayang” bunda mengecup kening Nayla bangga.
Nayla terpukau melihat Dila. Tubuhnya seperti kesulitan membawa sayap besar yang berumbai-rumbai dipundaknya. Apalagi dengan high heel yang ia pakai.
Nama pesertapun dipanggil satu-persatu. Nayla semakin gugup. Ia meremas jemarinya kuat.
“Peserta no 5” Dila berjalan sedikit terseok menaiki panggung. Dan bruk…..Dila terjerembab jatuh,hak sepatunya tersangkut gaun panjang yang dipakainya. Anak-anak menertawakannya.
Dila menangis dibelakang panggung. Dilemparnya high heel ke tong sampah dengan kasar. Nayla memberinya tissue. “Terimakasih…” ucap Dila pelan. Ia menyeka air matanya.Tak banyak bicara,Nayla menemani Dila.
Sekarang peserta yang terakhir, no. 37” Dengan rasa optimist,Nayla naik ke panggung. dan berjalan santai,mengikuti irama music.Sesekali Ia melempar senyum ke penonton. Penonton terpukau dengan penampilan Nayla,apalagi dengan bajunya yang unik.
Juri berunding, semua peserta menunggu dengan rasa deg-degan. Satu jam kemudian, pembawa acara naik ke panggung bersama Bu Mamik.
Nama pemenang harapan sampai juara ke dua sudah di umumkan. Tinggal juara pertama yang belum. Hati Nayla berdebar kencang.
Pemenangnya adalah…..Nayla!!!!!!!!!”
Seakan tak percaya Nayla mendengar namanya dipanggil. 
“Nayla….!!” Panggil juri sekali lagi.
Barulah Nayla naik ke panggung. Bunda menangis terharu ketika melihat Nayla diatas panggung. “Ini buat Bunda” Kata Nayla sambil mengangkat pialanya.


Comments

Post a Comment

Tulisan Beken