Sepotong Cerita Kelulusan Anak



Image result for teacher angry shutterstock cartoon
Add caption


“Yeeeee….bebas sudah dari Bu X.” Putri Saya terlihat girang,setelah kelulusan Sekolah
“Eh……,kenapa gitu nak?”
Dia tertawa terkekeh. “Nggak ada yang marah-marah lagi,Mam”
“Oh…, gitu ya….?”

***
Awal masuk kelas 6, putri saya selalu murung bila mau berangkat sekolah. Mukanya ditekuk dan terlihat enggan untuk berangkat. 


“Mama,boleh nggak, homeschool lagi” sontak saya terkejut, dengan permintaannya yang tak biasa.

“No..!”Jawab saya singkat. 

“Tapi…Mam, gurunya suka marah, Bu X suka gebrak meja, Dan kalau marah sangat mengerikan, sampai terdengar di kelas sebelah.Key nggak suka” dia merengek.

Setelah itu,nilai Key turun drastis. Berabe ini!

Saya pun tergerak untuk mencari tahu lewat Wali kelas 5 nya dulu, yang sangat di cintai oleh anak didiknya.Beliu mengamini cerita Key.

Saran beliau, kami,selaku wali murid sebaiknya melakukan aksi protes dan menghadap ke Kepala Sekolah. Karena saya tidak sendirian.Diluar sana ,banyak Wali murid yang gemas dengan “Style mengajar Ibu X”

Celeguk…..! Saya menimbang postif dan negatifnya.

Bila menuruti emosi,saya akan mengambil jalan pintas,langsung menghadap ke Kepala Sekolah. Tetapi…setelah,berpikir lebih dalam,itu bukan jalan yang terbaik.

Kenapa….?

Okeh, seandainya Kepsek mengabulkan.Mungkin Ibu X, akan di geser mengajar di kelas lainnya. Namun….bagaimana seandainya protes kami,di abaikan? Anak kami, tentunya akan di “di incer” oleh Bu X sebagai “perusuh,pembuat onar atau apalah”. Ujung-ujungnya,anak kita lagi yang kena. Sebab, tak banyak orang yang suka di kritik sebagai pembelajaran.Kacau toh, ya begitu deh.

Akhirnya, soal Ibu X saya abaikan. Dan langkah selanjutnya,bagaimana membuat pengertian kepada Key supaya bisa survive menghadapi apapun di luar sehingga tak terpengaruh dengan dirinya. 

“Nak, tak selamanya,kita mendapatkan apa yang kita mau. Terkadang,apa yang menurut kita jelek,ternyata bagus untuk kita”. Mata Key,mengerjap-ngerjap menatap saya. Entah dia mengerti atau tidak. 

“Bu X,masih suka marah-marah Mam.” 

“Mungkin beliau lelah,nak”

“Tuh kan,lihat. Bu X sayang kalian. Buktinya beliau memikirkan nilai kalian yang turun. Bu X suka marah,sebab dia ingin kalian pintar”

“Tapi Mam, kita kan nggak mungkin pinter semua pelajaran”. Key,membela diri.

“Semua guru,ingin semua muridnya pinter. Sebagai bukti dirinya berhasil mengajar muridnya” Key terdiam.

Kemudian,saya bercerita. Saat bekerja di Hotel dulu. Dimana, Ownernya killer banget. Beliau mendidik kita keras,bagaimana memberikan service yang bagus untuk tamu. Denger suaranya saja, kita gemetaran apalagi disuruh menghadap langsung. Nggak ngompol saja untung. Tetapi setelah kita bisa melewati semua hal itu.Barulah terasa,didikan beliau sungguh luar biasa berguna bagi kami.

Acapkali didikan keras,membuat diri kita goyah, kemudian segera mencari tempat yang tenang dan damai dimana tak ada teriakan dan bentakan. 

Tetapi, kita tak dapat mengambil hikmah dari semua yang kita dapatkan. Diri kita jadi lembek, dan mudah mengeluh sebab terbiasa dengan “segala kenyamanan”

Alhamdulillah, Key lambat laun mengerti,lambat laun nilainya mulai naik kembali. Dan kemarahan Bu. X di anggapnya sebagai lelucon saja. Senang sekali melihatnya kembali tertawa dan bersemangat ke sekolah.





Comments

Tulisan Beken