Annisa Dan Bekti # 5



Nang-Ning-Nong-Neng
Hujan turun tak terlalu lebat,namun mampu membasahi jalanan berdebu. Annisa duduk di tepian jendela,menikmati tiap tetesan air hujan. Ia menghirup puas wangi tanah yang membuat pikirannya berkelana.memikirkan Bekti, suaminya. Adakah dia sibuk disana?

Cemburu,tiba-tiba menyeruak di hati Annisa. Dia rindu kesibukan kantor.”Arrghhhhhh” kenapa penyesalan baru datang belakangan? Annisa meneguk teh hangat di meja,pelan.


Annisa dulu setuju berhenti bekerja,supaya focus mengurus keluarga. Dan berharap segera memiliki momongan. Sayangnya,sampai perkawinannya menginjak usia 8 bulan,bayi yang diharapkan belum juga datang.

“Sudahlah,Nisa,kamu sebaiknya meminta ijin pada suamimu untuk kembali bekerja,daripada dirumah manyun sendirian,bukannya kamu senang,malah jadi jutex nonton sinetron seharian” Saran Mamah Annisa suatu hari, saat dia mengeluarkan uneg-unegnya.

Mulanya Annisa senang,menjadi Ibu Rumah tangga sepenuhnya. Ia tak lagi di kejar deadline, atau terkena macet dijalan. Ia bisa seharian nonton sinetron kesayangan,atau jalan-jalan ke mall dan relax di spa. Tanpa khawatir dengan tugas yang menunggunya. 

Tetapi….kesenangan itu hanya bertahan dua minggu! Selebihnya, Annisa bosan sepanjang hari dirumah. Meskipun suaminya, royal memberinya uang berlebih yang bisa dengan leluasa dia habiskan. Sayangnya,uang itu tak membuatnya bahagia. Justru membuatnya terpasung.

Buk

Annisa melemparkan bantal sofa di sudut ruangan.Ia kesal dengan dirinya sendiri.Kenapa soal kesepian ini,tak terpikirkan oleh Annisa? Otaknya menjadi kacau.

Kemudian, Annisa beranjak ke kamar mandi. Mengguyur badannya di bawah shower.

***
Bekti pulang lebih awal,dia membawa kue risoles kesukaan Annisa.”Hallo,cantik,dimana kamu?” Bekti membuka pintu kamar dan mendapati istrinya sudah berdandan rapi,lengkap dengan sepatu high heel.

“Wow,istriku cantik banget.Mau kemana ,Sayang?”Pertanyaan Bekti menyelidik. 

“Duduk sini,dong sayangg,duduk dekat aku”Pinta Annisa manja.Bekti menurut,perasaannya mulai tak enak. Biasanya nih,kalau judulnya sudah begini, Annisa ada maunya. Annisa lalu kedapur,menyeduh teh hangat buat suaminya.

Bekti menunggu istrinya dengan tak sabar.

Annisa berdiri di depan Bekti. Kedua tangannya mengelus rambut Bekti. Kemudian Ia mengecup kening suaminya mesra.”Sayang….aku boleh meminta sesuatu, nggak?” Bekti tak segera menjawab. Ia menelaah pertanyaan istrinya. Dan menatap wajah ayu Annisa lekat.

“Boleh,asal aku bisa menyanggupi,apapun akan kulakukan untukmu” Annisa tersenyum. Senyum yang membuat Bekti selalu ingin berlari pulang.

Aku ingin kembali bekerja lagi,boleh ya,pleaseeeeeeeee”Kata Annisa santai,tangannya merangkul pundak Bekti.

Alasannya?”Bekti membasahi kerongkonganya.Hangatnya air teh,membuatnya sedikit santai.

“Aku bosan dirumah,kamu enak bekerja,bisa berhahi hihi di kantor,sedang akuuuuuuu..tiap hari jadi upik abu, dan kawan kawanku sibawang,jahe,panci dan wajan gosong yang tak bisa berbicara.Lagian, Aku ingin memiliki penghasilan sendiri. Rasanya berbeda,dengan uang yang kamu berikan tiap bulan” Dengan semangat 45.Annisa menjelaskan maksud hatinya.

Bekti tak bersuara. Ia paling malas diajak berdebat soal ini.

“Diam,tandanya boleh” Annisa tersenyum nakal.Memainkan jemarinya.

“No…no…no,kamu workaholic,sayang! Dan aku tak rela,istriku bekerja sampai larut malam. Dulu, kita sudah sepakat,aku yang bekerja dan kamu focus mengurus rumah. Keputusanku takkan berubah” Mendengar jawaban Bekti yang tegas,wajah Annisa seperti orang mengalami konstipasi seminggu,jelek sekali.

 Saking gemesnya,Ia memakan risoles dengan sekali santap. Annisa berdiri kemudian tangan Bekti,cepat merenggut badan Annisa.Didekapnya tubuh istrinya erat.

“I love you, sayang,please jangan buat aku tertekan dengan permintaanmu bekerja” 

Yah….mungkin,Bekti egois pada Annisa. Dia tak suka Annisa sama seperti ayah dan ibunya yang sibuk bekerja. Dan membiarkan Bekti serta kedua adiknya diasuh oleh pembantu. Mereka melewati hari-hari dengan perasaan kesepian dan kerinduan.Dan Bekti,tak mau anaknya kurang sayang kelak.



Comments

Post a Comment

Tulisan Beken