Annisa dan Bekti # 7








Menanti Buah Hati

            Ternyata sudah banyak saudara yang sudah datang di rumah Bude Iyang. Annisa dan Bekti dengan muka yang sengaja di manis-manisin datang menyalami mereka.

            Lalu,mata Annisa menangkap sesosok tubuh semampai di dekat kolam ikan. Ia segera menarik lengan Suaminya,namun terlambat. “Annisa!!!” panggilnya keras. Annisa terpaksa menghampirinya. “ Apa kabar Tante Risma?” Mereka cipika cipiki. “Eh…sudah berapa bulan ini, Nisa” Mata Tante Risma melirik perutnya yang sedikit membuncit. Annisa nyengir kuda.”Oh…alhamdulillah,sudah 10 bulan,Te…” Tante Risma kelihatan terkejut.”Masak sih…..”. Ucap Tante Risma setengah berteriak. Membuat orang-orang yang berada didekatnya menoleh kearah mereka.Annisa terkekeh,”Doain yah,Tante..cepet dapat momongan” katanya lagi,nggak enak hati membohongi Tante Risma.


            Di keluarga, Annisa. Tiap bulan ada arisan keluarga. Yang sudah menikah di wajibkan ikut. Tujuannya supaya hubungan antar keluarga erat. Meskipun Annisa kadang enggan untuk datang. Dengan alasan klise. Ia paling malas ditanya “Kapan punya momongan”. Awal menikah, Annisa suka dengan pertanyaan itu. Sebagi bukti perhatian. Namun….setelah bayi yang diharapkannya belum juga datang. Ia mulai gerah.

            Padahal,sejak malam pertama. Ia dan Suaminya sudah bekerja keras supaya bisa segera hamil,dari check ke dokter, melakukan posisi seks yang dianjurkan,menjaga nutrisi makanan,pijet yang membuat badannya jadi pegal sampai minum jamu ramuan madura untuk penyubur kandungan. Tapi toh, semua yang mereka lakukan belum menampakan hasil. 

”Sudahlah sayank,abaikan saja semua pertanyaan itu?” Bekti selalu menghiburnya tiap kali Annisa galau ditanya soal kehadiran anak.

Anak itu bukan seperti membeli barang di online shopping,pingin,tinggal pilih,lihat stoknya ada atau belum trus bayar. Beberapa hari kemudian datang.” Tak ayal,pernyataan Bekti membuat Annisa tertawa terpingkal-pingkal.Duh..ngaco!

            Sudah saatnya bagi Annisa untuk belajar mengabaikan. Dan menjawabnya secara konyol supaya tak masuk dihati.

            Mumpung, belum ada anak.Ia dan Bekti ingin menikmati kebersamaan mereka berdua. Seperti,malam ini, mereka sengaja liburan ke Lombok. Memesan kamar di sebuah hotel yang pemandangannya langsung menghadap ke laut,bukan mencari Pikachu.Tapi mencari sensasi yang berbeda. Menumpahkan segala hasrat.Semoga saja disini mereka mendapatkan buah hati. Yah….siapa tahu.

           
           


Comments

Post a Comment

Tulisan Beken