Annisa dan Bekti # 8




 Iparku Sayang,Iparku Jahil

Annisa membuka kado yang terbungkus cantik dengan balutan pita warna merah hati diluarnya. Matanya terbelalak melihat sepasang sepatu high heel idamannya. Lalu Ia mencoba dikakinya yang jenjang.Seperti berjodoh,sepatu itu terlihat teramat manis di kaki Annisa. Annisa mengulum senyumnya. Bekti memang super duper perhatian.

“Mbak,Nisa,mbak Nisaaaaaaaaaaaaaa” seseorang memanggilnya diluar. Annisa melongok ke jendela.Diluar , seorang gadis muda dengan penampilan mirip artis,tak sabar menunggu di bukakan pintu.

“Ouf….ada pengacau” Annisa segera merapikan bungkusan yang terberserakan di lantai. Dan memasukkannya kedalam almari.

Dengan sikap yang sengaja di manis-maniskan. Annisa membuka pintu dan langsung memeluk gadis di hadapannya.

Bilqis,merupakan adik bungsu Bekti. Karena usianya terpaut jauh sekali dari Bekti. Bilqis teramat dimanja. Apapun kemauannya selalu dituruti oleh Ibu mertuanya. Anaknya modis. Hobbinya ngemall dan belanja barang-barang branded. Bekti berkali-kali mengingatkan kedua orangtuanya,supaya tak memperlakukan Bilqis secara berlebihan. Tetapi omongannya seperti angin lalu.Barulah,setelah Ayahnya bertindak. Bilqis mulai gigit jari.

Masalahnya, sekarang Bilqis menggoda keluarga Bekti dan Annisa. Apalagi,Bilqis tahu selera mode Annisa bagus dan Bekti royal memberikan hadiah untuk istrinya. Ia sering datang berkunjung ke rumah Bekti,dengan tujuan untuk meminjam barang-barang Annisa,seperti tas,sepatu,dan baju!

Awalnya,Annisa nggak masalah, dia dengan sukacita meminjamkannya.Lama-kelamaan,barang milik Annisa semakin berkurang.Sebab Bilqis enggan mengembalikannya. Tiap diminta. Ia selalu sewot dan jawabannya galak. Annisa yang hatinya selembut tahu sutra.Dengan berat hati mengikhlaskan.Ia sampai tak enak hati sama Bekti. Mau ngadu nggak enak, nggak diadukan,nyesek. Huaaaaaaaaaaaaaa 

“Mbak, Nis, cowokku besok ulang tahun. Aku belum punya baju dan sepatu.Aku boleh pinjam baju dan sepatu Mbak Nisa,ya….”Rajuknya memelas. Annisa tersenyum tipis. Ia mengigit brownis dan memakannya perlahan.

“Baju yang dua minggu lalu,kamu pinjam belum dibalikin”

Mba,Nisa kan bisa minta ke mas Bekti lagi” Jawab Bilqis tak merasa 
bersalah,sembari menyeruput juice lemonnya. Bola mata Annisa melotot.Dia mulai kehabisan akal,bagaimana membuat Bilqis mengerti.

“Emangnya,masmu punya banyak duit,membelikan mbak baju dan sepatu terus” Jawab Annisa tak sabar.

“Buktinya,mas Bekti suka membelikan Mbak Nisa hadiah. Dan…kemarin Mba Nisa dibelikan high heel kan?”
 
“Bagaimana,kamu tahu?”

“Status facebook mba?” Gubrak……Annisa tiba-tiba tak nyaman dengan posisi duduknya.

“Jadi….aku sekarang,mau pinjam baju dan sepatu baru mba.Ini sebagai tanggung jawab mas Bekti mengadukan hobby Bilqis ke bapak” Tanpa permisi,Bilqis membuka pintu kamar Annisa. 

Diam-diam Annisa mengikutinya. Dan saat Bilqis membuka lemarinya,Annisa melemparkan sesuatu didekat kakinya. Bilqis menjerit seperti orang kesetanan,ketika tahu ada seekor kecoa dengang garang mendekatinya. Dia lari tunggang langgang keluar dari kamar Annisa.

Dalam hati,Annisa terkekeh,melihat  wajah Bilqis yang pias.”Sudah selesai memilih bajunya?” Tanya Annisa,pura-pura.

Bilqis cemberut. Keinginannya sudah hilang.Ia masih geli membayangkan kecoa dikamar Annisa.Tak berselang lama,Iapun pamit.

Malam harinya, ketika Ia dan Bekti bersantai. Ia ceritakan semua,kelakuan adik iparnya berikut percakapannya dengan Bilqis yang Ia rekam.Bekti hanya manggut-manggut,mendengarkan.

Kemudian….Kring..kring….telepon Bekti berbunyi. Dari nomor Ibu mertuanya! Annisa sengaja mengambil sesuatu di dapur,sebab Ia tak ingin Bekti merasa tak nyaman dengan kehadirannya.
“Untung,aku punya istri yang smart”bisik Bekti ditelinga Annisa. Annisa tak mengerti. Ibu mertuanya tadi marah-marah ke Bekti,mengadukan soal Annisa yang bersikap kasar pada Bilqis. Beruntung, Bekti sudah mendengar percakapan Annisa dengan Bilqis,adiknya.Sehingga dia tak terpengaruh sedikitpun dengan omongan ibunya.









































































































































Comments

Post a Comment

Tulisan Beken