Cowok Parasit



Amin ngotot pengen segera melamar gadis yang baru dikenalnya, gegara khawatir kelamaan ngejomblo. “Mak…..Amin,jatuh cinta sama Romlah.” Emak yang sedang menanak nasi di dapur,terkesiap. Tumben Si Amin,ngomonging cewek. Biasanya dia paling ogah bila ditanya soal cewek.

“Romlah,anak mana? Anaknya baik nggak….” Tanya Emak sembari mengecilkan kompor.
“Romlah itu anak baik mak,selain sopan dan taat beribadah. Dijamin,Mak bakalan suka deh punya mantu dia” Kata Amin,menyeruput kopinya.




Meskipun Emak tak punya uang,berembuglah dia dengan sodara lainnya.mencari solusi bagaimana supaya si Amin bisa segera melamar  gadis pilihannya.

Hari H pun tiba, Amin dengan raut wajah penuh senyuman menggandeng gadisnya berkeliling menyalami sodara.Mereka sudah bertunangan,hasil patungan sodara-sodara Emak.

***
Trerereeeeek tek tek tek

Empat bulan kemudian, dengan muka manyun, Amin datang ke rumah pamannya.berkeluh kesah, dia tak suka dengan gadis pilihannya dan merengek ingin memutuskan tali pertunangan,tanpa alasan jelas.

“Apppaaaaaaaa…..kamu datang kesini,meminta Paman kerumah Romlah dan memutuskan pertunangan?!!” Amin menggangguk.

Sontak,sang paman kebingungan. Lah wong,mo ngelamar saja dia harus mencari dan menghafal kata yang bagus. Supaya calon besannya terkesan. Kok ya sekarang malah di minta memutus tali pertunangan. Piye jal ki,apa nggak kesrimpet-srimpet lidahnya nanti. Akhirnya si paman, diam saja tak merespon.

Aminpun pun kesel.Dan meluncurlah cerita,bahwasannya alasan dia ingin memutuskan pertunangan karena ingin CLBK dengan mantan pacarnya yang konon masa depannya lebih cerah.”Pokoknya,Amin mau putus dengan Romlah,titik. Amin nggak perduli bagaimana cara Paman bicara dengan orangtua Romlah” Ucap Amin ketus.

Bik Imut,istri Paman yang sedari tadi mencuri dengar dari kamar. Sekonyong-konyong berdiri di dekat paman.

Amin….Enak bener yah pemikiranmu! Nggak suka tinggal buang. Helloooooowwwwwwww….emangnya perempuan itu permen. Setelah di emut di buang.Hiiii…sadis kamu,Min! Emang kamu nggak mikir apa,waktu meminang anak orang. Kerja aja belum becus udah bertingkah macam-macam. Ogah kerja keras, trus pengennya nyari cewek yang bisa menopang hidupmu,emang kamu yakin gebetan barumu bisa membuatmu senang?!!!” Bik Imut kesal dengan sikap Amin yang kolokan.

“Sudah…sudah bune” Paman menenangkan Bik Imut. 

“Haaaa..biarin saja Pak, Aku sudah gemes sama Amin. Denger baik-baik ya Min…perempuan itu akan respect sama lelaki yang tanggung jawab” Amin tak menggubris perkataan Bik Imut,dia melengos dan balik badan,pergi. Pikirannya suntuk memikirkan bagaimana supaya keinginan kembali sama Sumi terlaksana.

Tak mungkin, dia meminta bantuan kepada Paman lagi. Sedangkan meminta pertolongan Emak,dia tak enak hati. Waktu lamaran saja, Emak sudah menjual cincin emas pemberian almarhum Bapak. “Ahhhhh….pusing,aku” Amin menggaruk-garuk kepalanya yang mulai botak.





Comments

Post a Comment

Tulisan Beken