Let God Do The Rest


Image result for start telling to allah what you want
pinterest.com



Kami,melewati hujan rintik-rintik dengan raut wajah bahagia. Bagaimana tidak! Semua urusan sekolah Key,selesai dan alhamdulillah sesuai dengan budget kami. Uang buku,seragam,sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya semuanya cukup.

Sepertinya beribu kali saya mengucapkana syukur pada-NYA semenjak tadi siang,selepas membayar uang sekolah Key. Mengingat serentetan kehebohan yang terjadi, sehingga dana ansuransi sekolah Key,terpaksa terpakai dan berita bahagianya,uang itu tak ada sisa sama sekali.

Otomatis,hal itu membuat saya frustasi. Mampukah,kami membayar uang sekolah anak kami,nanti? Pikiran negative mulai mencengkeram saya pelan-pelan. Bagaimana jika,uangnya tak terkumpul,dimana kami mencarinya. Sedangkan saya orangnya teramat pemalu sekali untuk meminta bantuan,apalagi masalah finansial. Meskipun terhadap Ibu maupun Kakak sendiri. 

 Arrghhhh…memikirkannya saja, saya sudah sengsara. Karena,nggak tahan saya nangis sama Allah. Cukup DIALAH yang menjadi tempat melampiaskan segala uneg-uneg di dada. Ya,Allah…kuserahkan semua urusanku PADAMU. Dan Aku percaya,HANYA KAMULAH yang dapat menolongku dari segala himpitan hidup. Sayapun meneruskan mengaji.

Hebatnya,setelah selesai berdoa dan mengaji. Hati ini tenang dan kembali focus bekerja. Karena Saya yakin, Allah pasti menolong. Ntah,bagaimana caranya. Pokoknya saya percaya saja.

Dan, siapa sangka. Usaha kami selama bulan puasa, rame. Padahal tahun lalu,saat Ramadhan income menurun. Pelan-pelan, saya mulai menyisihkan uang untuk biaya Key sekolah. Soal kue lebaran,memberi angpau anak-anak,waker, beli baju baru, apalagi jalan-jalan keluar kota sudah saya delete dari daftar. Dan Key sangat memahami kesulitan orangtuanya.Ia tak pernah mengganggu kami,dengan rengekan.

Sekecil apapun rezeki yang saya terima hari itu, Saya syukuri. Kalau ada rezeki lebih, ya sedekah.Meskipun hanya segelas minuman dingin. Kami menikmati semua proses dengan senyum.

“Kamu,nggak mau beli sepeda motor,untuk antar jemput biar irit” tanya Kakak,dimalam takbiran.

“Pengen sih…tapi…..” Saya,meringis seraya melihat suami. Ia tersenyum kecut,mengerti kegalauan saya. Lah wong saya sendiri yang tahu gimana kondisi ketatnya keuangan kami. 

“Sudah,nggak usah dipikirin,pake uang mas dulu sebagai uang muka. Kamu bisa mengembalikannya pelan-pelan….” Saya menggeleng tak setuju. Kalau memang tak mampu.kenapa harus dipaksakan. Berat nanti.

“Makasih, tapi…aku nggak mau merepotkan” Etapi,kenapa memiliki motor baru,begitu menggoda ya? Ugh! Bukan gimana sih, sekolah Key, nantinya lumayan jauh dari rumah. Dan jalannya macet pula. Kalau tiap hari kudu ngeluarin mobil..huaaaa berapa biaya bensin yang harus kami habiskan.kan lebih baik duit bensinnya buat tambahan nyicil motor yak? Oh….no….bayangan sepeda motor melintas.Eh..iya..kalau dapet disana, gimana kalau nggak? Rugi dong…beli motor? Ingat..ingat..kumpulin sekolah Key dulu mak. Jadi bingung pala berbie.

Ahhhhhh…..setelah diskusi panjang lebar sama suami, akhirnya, kamipun kepincut nyicil motor baru. Bismillah,semoga ada rezeki lebih.

Dan,Allah benar-benar memberikan janjinya pada ummatnya yang mau bersabar,asalkan mau berusaha,berdoa dan mau berbagi pada sesama. Allah cukupkan semua keinginan kami. Key diterima disekolahnya yang dia idam-idamkan dan kamipun tak bingung membayar uang sekolahnya. 

Dan tahu tidak,bonus yang kami dapatkan. Kami bisa memberikan angpau,membelikan Key baju baru buat lebaran,sepatu baru buat sekolah. kue lebaran tak perlu beli,karena banyak di beri sodara, akhirnya saya berikan ke orang lain,karena kebanyakan.

Yang paling menyenangkan adalah…kami bisa membayar uang muka  sepeda motor tanpa merepotkan kakak. Subhanallah! Maka Nikmat mana lagi yang kalian dustakan?








Comments

  1. Tuhan biasanya turun tangan ketika kita angkat tangan setelah mentok berjuang 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup mba, setelah semua ego dan nafsu dilepaskan.

      Delete
  2. Cukup hanya Allah saja sebaik-baik penolong
    good post mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seringkali..kita malah melupakanNYA....terimakasih singgahnya mba

      Delete

Post a Comment

Tulisan Beken