Sepatu Futsal

Image result for football shoes cartoon shutterstock

Mata Daniel,tertuju pada lembaran uang seratus ribuan yang terjatuh dari saku seorang Bapak yang berjalan bersama anak lelaki. Secepat kilat,sepatu Daniel menginjak menutupi uang tersebut. Supaya tak terlihat oleh pejalan lain.

 Cukup lama Daniel berdiri disitu,setelah dirasa  aman,Ia segera memungutnya dan memasukkan ke dalam saku bajunya dengan wajah berbinar.“Yes! lumayan,buat tambahan beli sepatu futsal” gumannya riang.


“Daniel, kamu jadi beli sepatu, Futsal kan?”Tanya Nico. Daniel mengangguk mantap. Ia memang berencana membeli sepatu idamannya, sepulang sekolah nanti.

Sudah lama sekali, Daniel menginginkan sepatu Futsal, seperti kepunyaan Nico,sayangnya harganya lumayan mahal,sekitar 300 ribuan. Bunda tak mau membelikannya karena pekerjaan Ayahnya sedang sepi. Dan belakangan, Daniel rela tak jajan supaya bisa membeli sepatu itu.
***
Daniel dan Nico berjalan beriringan menuju Toko Sepatu. Disepanjang jalan,mereka bermain tebak-tebakan.

“Sepi apa yang warna warni

“Hmmm..sepia sedang ngecat pelangi”

Hahahhaha..bukan…” Jawab Nico terkekeh

Jawabannya sepidol”

“Gantian,aku sekarang” Daniel,tak mau kalah. “Kalau nggak bisa jawab,kamu belikan aku es cream” katanya lagi

“Yeeee…..,trus kalau aku bisa jawab,gimana kalua kamu yang belikan aku es cream
“Sip….” Daniel mengacungkan jempolnya,setuju.

Cecak,apa yang bikin manusia mati lemas”

“Ah.itu mah,keciiiilllllllllllllll man, jawabannya adalah…..cecak nafas” ucap Nico gembira. Seraya memamerkan deretan giginya yang putih. 

Tahu jawaban Nico,tepat. Daniel pura-pura cemberut. Percuma juga dia main tebak-tebakan sama Nico, Orang dia di julukin raja tebak-tebakan di kelasnya.

Seperti janjinya,Daniel membelikan Nico es cream. Mereka menikmatinya sambil berjalan.

“Pak,besok kalau uangnya cukup, Toni belikan sepatu sekolah ya” kata seorang anak kepada bapaknya,seorang pedagang sapu keliling. Daniel,menoleh.Ia tercekat, Karena Dia yang menemukan uang bapak itu kemarin.Perasaan Daniel jadi tak enak.”Cuekin saja, Niel, toh bapak itu tak tahu kamu yang menemukan uang itu” kata setan bertanduk tengkorak,yang ada di pikirannya.

Lalu si peri baik datang,menghalangi.”Kembalikan,uangnya.Daniel. Masak kamu tak kasihan melihat mereka. Berapa sih penghasilan penjual sapu keliling. Pasti mereka sudah bersusah payah mengumpulkannya.” Daniel,bingung melihat sepatu futsal di rak sepatu. Ia mengelusnnya pelan.

Daniel….,pilih warna itu saja,kita kembaran” Daniel melihat Nico yang antusias.

Aku..nggak jadi beli deh Nic” Nico melongo tak mengerti,kenapa tiba-tiba Daniel memutuskan tak membeli sepatu,padahal sudah lama Ia menginginkannya. Ia pun mengikuti Daniel keluar Toko Sepatu dengan perasaan bingung.

Kemudian,Nicopun di buat terpana,saat Daniel menyerahkan semua uangnya untuk membeli sepatu futsal untuk Bapak penjual sapu yang mereka lewati tadi.

“Daniel, kenapa kamu berikan semua uangmu,pada bapak itu”

“Bapak itu lebih membutuhkan uang itu daripada aku” Kata Daniel puas, Ia lalu menceritakan kejadian tadi pagi.

“ Kamu,hebat Niel, aku bangga punya sahabat sepertimu”Kata Nico,menepuk pundak Daniel.








Comments

Post a Comment

Tulisan Beken