Doa Mereka Membuatku Malu



"Maaf, ya mbak, saya hanya bisa memberikan ini, Insyaallah,kalau ada rezeki, nanti saya tambahin lagi" dua lembar uang puluhan dan lima ribuan saya serahkan padanya. Seorang perempuan muda, salah seorang karyawan Yayasan NH.


"Nggak papa Bu, kami senang menerimanya. Apakah Ibu mau menjadi donatur? Si mbak menatap dengan wajahnya yang teduh menatap saya. Bukannya gimana, di sekitar saya masih banyak orang yang tak mampu. Rupanya si mbak menangkap keraguan saya

"Ibu, nggak usah khawatir, petugas kami nanti akan datang berkunjung tiap bulannya. Bila Ibu tak ada uang, kami juga tak apa-apa.

"Baiklah, mbak" jawab saya akhirnya. Bismillah, insyaallah bisa. Mbak itu tersenyum manis, mengeluarkan kwitansi, kemudian menulis dengan sejumlah uang yang tadi saya berikan.

"Saya doain ya, Bu?" Diapun berdoa dengan khusu'

Deg.
Saya surprised, ada airmata di sudut mata saya. Tak menyangka sama sekali, saya didoain. Subhanallah!

Sayapun tertunduk.

Sungguh! ada rasa sesak di dada, uang itu rasanya tak sebanding dengan doa yang diberikan.

Ya Allah, berikanlah hamba-Mu ini kelimpahan rezeki. Sehingga kami bisa memberikan sedekah yang banyak untuk kemaslahatan ummat. Saya ingin sekali begitu, bisa membangun sekolah, rumah sakit, bantu orang fakir dan anak-anak yatim piatu. Biar hati saya tidak nyesek, lihat penderitaan mereka


 Saya percaya, sedekah telah memberi saya banyak pertolongan. Beberapa kali kami mengalami masa-masa sulit. Alhamdulillah, semuanya berakhir baik.

 

 

Comments

Post a Comment

Tulisan Beken