Lovely Ingin Naik Sepeda




            Suatu hari, Loveli melihat Umay diatas sepeda roda tiganya. Dia tertawa riang, memamerkan dua gigi depannya, sedang kaki montoknya sibuk bergerak, di atas pedal, mengayuh sepedanya.Dia berputar mengelilingi taman. Loveli memandangnya iri.

             Aku ingin naik sepeda. Dia berlari pulang ke rumahnya. Rumahnya besar, dengan halamannya yang luas. Banyak tumbuhan disana, ada mangga manalagi, sawo kecik, jambu biji, dan papaya. Selain buah-buahan, ada juga sayur mayur, seperti; terung, bayam,kenikir,sawi, cabe dan tomat. 



            Di lihatnya, Ibunya asik bersantai di teras bersama Pak Cipta yang sedang membaca Koran. Di sampingnya Bu, Cipta tekun merajut sebuah syal.
            Guk
            “Hi, Loveli, darimana saja kamu? Pak Cipta memberikan sepotong biscuit kepadanya. Loveli mengambilnya riang. Dan berdiri, serta menangkupkan kedua kaki depannya, sebagai tanda dia berterimakasih. Guk Guk! Pak Cipta dan istrinya tertawa terpingkal pingkal melihat ulah Loveli yang menggemaskan. 

            “Gadis pintar” Pak Cipta membelai kepala Loveli dengan sayang. Loveli mengibaskan-ngibaskan ekornya.

            Rumah sebesar itu, hanya di tinggali oleh Pak Cipta, istrinya serta dua orang pembantunya. Semenjak anak-anaknya tinggal berjauhan dengan mereka. Pak Cipta memutuskan untuk memelihara Tara dan Loveli. Anjing ras Golden Retriever, pemberian sahabatnya yang pindah ke luar negeri. Rumah mereka, lebih ramai dengan adanya mereka berdua

            Guk guk guk
            Loveli menggonggong di depan Bu Cipta. Tangannya terus merajut, tak menghiraukan Loveli. Tak kekurangan akal, dia menarik rok panjang Bu Cipta dengan mulutnya. “Loveli….jangan ganggu!” kata Bu Cipta gemas.

            “Dia ingin, perhatiannmu, Bu” Pak Cipta tergelak dan meletakkan Koran di atas meja.
            “Ayo Loveli, kita keluar” rupanya Pak Cipta mengerti, keinginan Loveli. Dia mengikuti lovely yang berjalan di depannya, Loveli berhenti di taman. Matanya terus memperhatikan Umay dengan sepeda roda tiganya. 

            Dengan langkah percaya diri,Loveli mendekati Umay.
            Guk! Umay berhenti dan menoleh ke arah Loveli.

            Guk! Loveli menggonggong lagi. Umay turun, takut-takut dia mendekati Loveli. “Nggak apa-apa, Nak! Dia anjing yang ramah” Ujar Pak Cipta. Kemudian, menyuruh Loveli berkenalan dengannya. Umay menyambut tangan Loveli dengan mata kagum. Matanya berbinar memegang Loveli.
 
            “Siapa namanya”
            “Loveli”
            Guk guk guk, Loveli berjalan mengitari Umay,kemudian beralih ke sepedanya.
            “Oh …. Kamu ingin naik sepeda” tebak Umay.
            Guk guk guk, Loveli menggerak-gerakkan ekornya riang. 

            Umay bantuan Pak Cipta, Umay menaikkan Loveli ke atas sadel. Dan merekapun terbelalak,saat Loveli mengayuh sepedanya perlahan. 

            “Wowwowowoowowowow, kamu hebat, Loveli” seru Pak Cipta dan Umay riang, melihat aksi Loveli yang menakjubkan.
           


           

Comments

Post a Comment

Tulisan Beken