Ketika Anak Mengajariku Kegigihan

Aku tersentak, takkala putriku membangunkanku. "Mam, Key muntah-muntah". Aku langsung bangun dan mengikutinya. Di lantai ruang tamu, kulihat ada muntahan. Aku melihatnya cemas. Tangannku menyentuh keningnya, tidak panas. Aku sedikit tenang. Oke tidak apa-apa. Mungkin salah makan.

"Key makan dan minum apa sayang, tadi" 
"Ayam crispy dan susu segar ma?" dia tadi sore makan-makan bersama teman-teman SD nya di rumah makan dekat rumah.

"Hmmm....." Aku sudah menduganya. Mungkin perutnya intoleransi makanan. Padahal aku cerewet dalam mengingatkannya, supaya hati-hati dalam membeli makanan atau minuman, tapi yaaaa ..begitu deh, namanya anak-anak. Aku mengolesi perutnya dengan minyak telon. Key muntah lagi.....dan lagi......kecemasanku mulai bertambah. Suami ku bangunkan.


Aku segera berlari ke pedagang sayur langganan, mencari air kelapa sambil belanja. Kadang si Ibu suka membawa kelapa utuh. Kita boleh meminta airnya. mau nyari kelapa hijau dimana coba, masih jam 4.30 pagi,

Key masih muntah....perutnya kembung.

"Apa sebaiknya Key, nggak usah ikut dulu nak, lomba Bahasa Inggrisnya" kataku, membelai rambut lembatnya. Pagi ini dia mengikuti lomba Bahasa Inggris.

"Nggak, Ma, rugi kalau nggak ikut, Key sudah lama mempersiapkan, lagian perutku sudah sedikit nyaman" katanya menenangkanku. Dia tidak lemas, meskipun muntah beberapa kali. Aku tidak mau lagi memaksanya.

"Oke....." Suamiku melihat putrinya, ntah apa yang ada dalam pikirannya. kadang kita sebagai ibu, sering lebay menghadapi anak sakit. Berbeda dengan seorang laki-laki. Mereka dapat menyembunyikan kegaulauan hatinya, meskipun sebenarnya perasaaannya buruk juga.

"Beneran, nggak papa nak"

"Nggak kok pa"

Aku menyuapinya sarapan. hanya beberapa sendok yang ia telan. Memiliki anak satu, sering membuatku lupa diri. Meskipun, aku tak terlalu memanjakannya pada materi, tapi sikapku jauh berbeda....Aku masih sering, menyuapinya makan, saat aku tak sibuk dikala pagi, atau membelai punggungnya dikala dia akan tidur. Dia masih bayi kecilku. Normalkah ini? Hahahahaha ntahlah.

Diantar suami, Key mengikuti lomba juga. Minyak telon dan kantong kresek sudah kusiapin banyak di tas punggungnya. buat jaga-jaga. Berikut kartu kesehatan, bila ada kondisi darurat.

Aku bekerja di rumah. Telepon genggam yang biasanya ku cuekin, sekarang ku bawa. Sampai siang, tak ada kabar berita. Hatiku juga tenang. Mungkin aneh, aku terlalu mengikuti apa kata hati, bila hatiku tak ada perasaan gamang apalagi berat. Pertanda bagus. Bila sebaliknya aku harus khawatir. 

"Yank....anaknya ikut semifinal" suamiku mengirimiku  pesan pendek. Aku terlonjak senang. "Alhamdulillah" dari 181 peserta, dia masuk peringkat 27. Nggak nyangka banget, sebab, Key baru pertama kali mengikuti lomba Bahasa Inggris. Belajarnya otodidak pula. baik itu lewat online, membaca buku, nonton tivi atau dengerin music.

Untuk semifinal ujiannya -  listening, sedangkan final  - speech. Huweeeee..Key bisa kagak ya? aku pasrah. Listening....bila Bahasa Inggris America masih enak, aku yakin dia bisa, lah kalau bahasa inggris British, opo nggak ya rada semriwing, aksennya kental banget.

Ya sudahlah..opo Jare, itung-itung latihan plus nambah pengalaman. Wong saat dia meminta ijin ikut lomba, kami tak mengharap banyak. Jadi bila sekarang dia masuk semifinal menurut kami sudah bagus. Bila kami berharap terlalu banyak padanya. Rasanya kebangetan!

Sama seperti lomba OSN IPA dulu, saat maju sekabupaten. kami senengnya sudah luarbiasa sekali. Sekolah lain di gembleng persiapannya jauh-jauh hari, dan di bebas tugaskan dengan urusan PR sekolah. sedangkan dia harus belajar sendiri, mepet lagi. itupun masih di jejali dengan banyaknya tugas sekolah. Sampai nggak tega lihatnya. Mau protes ke gurunya, ntar di bilang cerewet.

Dan kami kagum padanya, dia gigih belajar, dan melakukan yang terbaik. Dari kecil, dia memang survive, jarang banget mengeluh, sebisanya dia kerjain sendiri.Kalau sudah stuck....baru dia minta bantuan. Dia fokus dengan tujuannya. Dia mengajari aku banyak hal.

Terimaksih cinta, mama akan selalu berdoa untuk kesuksesanmu. Semangattttttttttttttttttttt

 



 










Comments

Post a Comment

Tulisan Beken