Tips Menerima Curhat!





Sekuat-kuatnya menyimpan masalah. Suatu saat kita butuh telinga untuk mendengar segala keluh kesah yang kita alami. Tujuannya hati menjadi ringan.. Tetapi....kadangkala, setelah kita curhat,  masalah tambah runyam. Beban yang kita pikul semakin berat. Kenapa?

Sebab.... orang yang kita curhatin, bukannya mensupport malah memojokkan kita.

Belajar dari pengalaman sendiri. Di situ akhirnya belajar. Saat mendengar curhat orang lain, lebih baik menjadi pendengar saja, dan berilah pendapat dan motivasi bila di minta. Kadang mereka hanya butuh di dengarkan.


Beberapa kali mendengar curhat, terutama masalah perkawinan rasanya campur aduk. Terutama saat mendengar tangisan mereka, Duh....hati ini ikut teriris. mereka pulang, sayapun murung dan uring-uringan. Hmmm efek buruk!

Sampai saya bertanya-tanya. "Kenapa selalu curhat ke saya seh, apa kalian nggak tahu. Saya ikut pusing mikirin kalian?"

tetapi..rasanya tak mungkin, mereka curhat tanpa lihat orang. Pasti ada campur tangan Allah di situ. Hati mereka di gerakkan supaya mendekati kita. Supaya curhat ke kita. Dan Allah memakai kita untuk menolong mereka!

Kemudian, saya membayangkan . Seseorang yang tetap tenang dan gembira ketika menerima curhat. sedangkan saya tidak?? pasti ada sesuatu yang salah neh.

usut punya usut. Ternyata saya telalu "Personally" menerima semua curhat, tanpa di filter dulu, semua di telan mentah-mentah, parahnya lagi. memposisikan diri ini di posisi mereka. Wah! Pantas saja. Saya ikut nangis gulung-gulung.

Lalu, sayapun berinisiatif tak terlalu ambil pusing. Dan memasang tembok supaya tak terkontaminasi efek curhat.Dan Berhasil bo!

Inilah kehidupan, setiap manusia punya masalah, ntah itu ekonomi, anak, perkawinan, pekerjaan dll. kalau bisa di bantu, bantulah, kalau tidak ya jangan di paksa. Sebab hanya diri kita sendiri yang bisa mengubah keadaan. Yang pasti...tetap tersenyum dan tulus menyemangati mereka.

Because they choose you


 

Kalau setuju, tersenyumlah dengan orang di sebelah anda.






 

Comments

Tulisan Beken