My Journey, Kembali Ke Allah # 5

Hari Senen,

Bangun pagi dengan rasa syukur yang mendalam. Kami semua sehat. Semangatku sudah kembali...Alhamdulillah. Seperti biasa langsung berdiri didepan cermin, dan menyapa diriku.

"Hi Fidia....." dia menjawabnya dengan senyum merekah. Benar-benar pure. Nggak ada tangisan maupun grundelan dengan berat badan seperti kemarin-kemarin.

Kata misua, aura rumah akan terasa menyenangkan, bila aku tak sedih atau cemberut. Cieeeeeeeeeee, ini pujian atau kritikan. Terserah waelah.


Mengenai masalah yang kuhadapi,  akhirnya aku bisa ikhlas..pasrah dengan semua skenario-NYA. Berpikir positif dan mengambil sisi baiknya. Pikiran nelongso yang beberapa hari lalu berkuasa, sudah pergi dengan damai.

Satu pelajaran yang ku petik, saat menghadapi masalah, kita sering "maksa"supaya Allah bisa cepat-cepat memberikan solusi. Dan kenyataannya tak semua solusi datang dengan cepat. Kemudian kita menjadi putus asa. Hati bukannya tenang, malah semakin nggak jelas juntrungannya. Karena kita masih keukeuh dengan kemelakatan dan ketakutan akan judge orang lain.

Kita sering lupa, ini hidup kita sendiri, kita yang mengontrolnya, bukan orang lain. Tetapi, realitanya, kita masih suka mendengar pendapat orang lain. Dan akan merasa sedih bin minder, bila kehidupan yang kita jalani berbeda dengan orang lain. #merenung.

Dan saat kita sudah melepas semua keinginan, nggak ngarep soal solusi. Justru Allah membuka mata hati. Hati menjadi lebih tenang.Satu persatu jalan di bukakan. Aaamiin Ya Rabb.

Sekarang....diriku menjadi mengerti, mintalah pertolongan pada ALLAH saja, tak ada yang lain. 

Ya sudah gitu aja

Selamat pagiiiii dunia



 

Comments

Post a Comment

Tulisan Beken