WishList




Ku nikmati malam menemani Key. Dia asyik bermain pianika, memainkan lagu laskar pelangi, untuk perform di kelasnya besok. Sesekali aku memberitahunya supaya temponya di sesuaikan. 

Permainannya sudah mulai bagus. Pianika itu, sudah dimilikinya sejak kelas 1 SD. Namun dia lebih memilih memainkan keyboard, semua belajar otodidak. Dia lebih pandai dari emaknya. Yang masih suka bingung, not mana yang di pencet. Key tidak. Asal tahu lagunya, dia bisa memainkannya. Ya sudah emaknya, bagian yang nyanyi meskipun suara benar-benar fals. Sampai bobo ketiduran saking falsnya. Asik-asik waelah. Sayang…keyboardnya rusak. Dan kami belum membeli penggantinya lagi.


Setelah dia selesai berlatih, aku bertanya padanya.”Nak….apakah kamu mempunyai Wishlist ?”Key mengangguk. 

Key pingin; gitar, handphone, keyboard, camera, tas BTS. Aku sedikit terkejut dengan keinginannya untuk membeli gitar. Tumben nih, aku menanyakannya lagi, untuk meyakinkannya. Dia mengangguk, memang dia sudah lama sekali menginginkannya. Tapi tak pernah bilang. Dia suka melihat teman-temannya di sekolah bermain gitar. “Oalah….jadi begitu ya” Lantas, aku mencatatnya di dalam buku catatanku. Dan berjanji padanya. Bila kami punya rezeki lebih. Kami mau mengabulkan wishlistnya. 

Kemudian kakakku menelpon. Kebetulan nih. Aku menanyakan dimana bisa beli gitar second. Aku juga browsing di internet. Semoga saja, bulan depan bisa belikan dia gitar.
Kami bersyukur, Key tidak pernah menuntut. Dia sangat mengerti kondisi kami. Yang tidak bisa memberikan semua kemauannya dengan cepat. Dia harus sabar menunggu. 

Lah kok…..siang hari, iparku datang kerumah dan membawakan hadiah key sebuah gitar, baru lagi kondisinya. Subhanallah!! Allah mengabulkan keinginan Key cepat sekali. Kata kakakku, setelah aku menelpon, ada temannya yang lagi butuh uang. Dia jual gitarnya yang masih baru. Ya sudah dia beli saja, buat hadiah Key.

Semuanya di mudahkan.Law attraction bekerja, sesuai dengan Key yang focus dengan apa yang di inginkannya.

“Kalau wishlistnya mama apa? Tanya Key, sambil belajar chord.

Aku merenung. Wishlistnya banyak. Dari pengen buka usaha ATK, nerbitin buku, pengen punya rumah joglo dengan halaman luas, supaya bisa berkerbun, ke raja ampat, beli sawah, nanam sengon, sampai kudu berani naik motor dan nyetir mobil. Hahahaha yang terakhir. Memang butuh keberanian. Aku bisa naik motor. Tetapi setelah otak di brainwash sama mama. Dan tiap kali bertemu di cekoki terus. Aku mulai takut lagi. Gimana nggak takut, wong mama bilang kalau aku naik motor, mama nggak bakalan meridhoi. Duh..segitunya ya. Entah alasan apa sampai mama segitunya. Sumpah..aku sampai memohon-mohon supaya aku di ridhoi naik motor. Tiap mo naik motor, aku dah gemetar duluan. Bawaannya dah takut. Perang bathin gitu.
Alhasil…..kalau mo kemana-mana diantar. Bete nggak sih. Jadi ngerepotin orang. Padahal aku paling nggak suka ngerepotin orang.

Tetapi…dari semua keinginan itu, ada satu yang paling kuinginkan yaitu pengen mengumrahkan mama dan almarhum simbah. Selama ini belum banyak yang bisa kulakukan untuk membahagiakan mereka. 

Sekarang…..saatnya fokus untuk menarik keinginanku.
Ya sudah gitu aja wes.


Comments

Post a Comment

Tulisan Beken