Merindu

Tinta Merah

sedih hatiku, bila menjelang senja
betapa ku merindu
namun tak tahu kau di mana

bila teringat, dengan tawa dan candamu
ingin aku menangis, inginnya mengulang kembali

andai kau tak janji datang lagi
tak mungkin kunanti
sampai ku tak merindu lagi
oh terpaksa kupindah ke lain

sedih hatiku, tumpah di goresan pena
ada satu nama kusilang dengan tinta merah
malam jadilah kau saksi
kini ku sendiri
aku tak akan bertanya lagi kau di mana kini

Telingaku sepertinya belum puas mendengarkan lagu tinta merah ini, meskipun semalam aku telah memutarnya berulangkali sampai tertidur.

 Mendengarkannya,aku seperti mengalami deja vu, yang membuatku sangat nyaman.

Hatiku di liputi oleh rasa kangen.Kangen yang membuatku bahagia. kangen yang membuatku memiliki harapan.Kangen yang entah ku tujukan pada siapa.

Dada ini bergetar, seperti ada seseorang yang merindukanku sangat....entah siapa itu.

Dan kubiarkan saja rasa itu bersemayam. "Roso" itu tak ku usir. Sebab aku tahu itu sifatnya sementara.......yach sementara saja.










Comments

Tulisan Beken