Cerita Ulang Tahun





Dikeluarga kami..tak pernah ada acara special dalam menyambut acara Ulang Tahun tiap keluarga. Paling banter…cium pipi dan makan diluar. That’s it. Nggak heboh....

Apalagi Key…..dia paling anti merayakan ulang tahunnya. Meskipun sudah kami rayu-rayu…untuk merayakan ulang tahunnya bersama teman sekelasnya atau teman dekatnya. Supaya dia bisa berhahahihi sama teman-temannya, supaya dia nggak minder, supaya dia punya kenangan dengan mereka. Sayangnya….Dia tak pernah interest. Anak lain bisa nangis gerung-gerung sampai ngambek minta ultahnya dirayain, lah anakku malah nolak. Ajaib kan??


“Aneh!kenapa Ultah harus dirayain. Bukannya kita harus bersedih, umur kita berkurang tiap tahun”Jawaban anakku menohok keras.



Makjegagik!!!!

Aku melongo untuk beberapa saat. Apa telingaku mendengar, Key mengucapkan kata-kata itu.


"Lho....bukannya kita harus bersyukur Allah nambah umur kita nak" Key melengos....males berdebat.


Anakku memang berbeda. Dia tak sama dengan anak lain. Saat teman-temannya menyukai bermain kejar-kejaran, dia malah menatap mereka, heran. Sehingga, saat ulang tahunkupun Aku tak bisa mengharapkannya berlaku seperti anak-anak lain, memberiku kecupan mesra, memberiku hadiah atau ucapan dengan kata-kata mendayu dayu. Sehingga aku tak bisa memamerkannya di medsos. Karena baginya itu lebay. Wkwkwkwkwkwkwk….

Pikirannya terlalu tua untuk anak seumurannya. Dan aku harus menerimanya sebagai anugrah. Bukankah lebih baik begitu. Daripada menggerutu tak karuan.

Justru Key banyak mengajariku untuk banyak merenung. Diumur segini, apa yang sudah kuperbuat untuk orangtuaku, anakku, keluargaku dan banyak orang lainnya. Jawabannya membuatku menangis. Belum banyak hal yang bisa kuperbuat untuk mereka. Aku memang bukan super woman...tapi aku ingin, hidupku berkah, bukan hanya untuk diriku tetapi berkah untuk orang lain.

Bismillah..semoga semua dilancarkan.




Comments

Tulisan Beken