Shena dan Topi Birunya.





“Shena!Tunggu!! Suara Timmi semakin serak memanggil Shena. Sayangnya suaranya tenggelam oleh suara derum kendaraan yang melintasi jalanan.

Shena, anak kambingnya. sepertinya tak mendengar teriakan Timmi, dia terus berlari mengejar pedagang topi keliling. 

Kemudian….sebuah truk besar melintas, menghalangi pandangan Timmi. Dan diapun kehilangan jejak Shena. 


Bocah lelaki itu, duduk dipinggir trotoar, mengatur nafas sebentar, sambil memijat kakinya yang kelelahan, sambil matanya tetap mencari Shena.

Meskipun badannya kurus, seperti kurang gizi, Shena termasuk kambing paling aktif dan memiliki kebiasaan suka menyelinap keluar kandang. Dan Timmi menyayanginya, sebab dia selalu membuntuti Timmi kemanapun dia pergi.

Seperti hari ini, ketika Timmi bermain futsal, Shena mengikutinya. Dan dia berdiri anteng di pinggir lapangan, melihat Timmi bermain.

***
Hari sudah mulai gelap dan Timmi belum menemukan dimana Shena. Anak it uterus mencari, dan dia takkan pulang sebelum menemukan Shena.

Shena, kamu dimana? Timmi berguman sendiri. Bocah itu kembali berjalan, menyusuri jalanan, dia semakin jauh dari rumahnya.

Lantas….di sebuah taman bermain, matanya menangkap bayangan Shena diantara sekumpulan anak-anak yang mengerubungi penjual topi. Dia berlari kesana.

“Shenaaaaaaaaaaa…..!” Kambing itu menoleh dan mengembik saat melihat Timmi. 

Embeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Embeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Embeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

Shena melompat-lompat kegirangan. Timmi memeluknya senang. Pedagang topi melihat kearah mereka. “Oh….jadi ini anak kambingmu?” tanya pedagang itu tersenyum. Timmi mengangguk. Lalu mengajak Shena pulang. 

Namun Shena tak bereaksi,dia berdiri disamping penjual topi dan matanya terus  menatap topi-topi yang digantung di rak-rak gantung diatas sepeda.

“Ayo pulang…..apa yang kamu tunggu?” Timmi berjongkok di depan Shena.

“Embeeeeekkkkkkkkkkkkkkkkkk” Shena menjawab. Matanya masih tak beranjak dari topi.
Timmi kemudian mendongak dan melihat kearah barisan topi. Tangannya lalu mengambil Topi biru seperti yang dia pakai.

“Apa kamu mau topi ini?” Timmi menaruhnya di kepala Shena.

Shena lantas mengembik berulangkali, dia melompat-lompat mengitari Timmi. Timmi tertawa terbahak-bahak.

“Hahahhahaha….ternyata kamu menginginkan topi sepertiku ya” bocah lelaki itu, mengelus-ngelus Shena. Anak-anak yang melihatnya ikut tertawa, mereka kemudian bertepuk tangan. Termasuk sipedagang topi.

“Berapa harga topi ini,pak? Tanya Timmi.

“Buat kamu gratis nak, bapak senang…anak kambingmu sudah membuat pembeli bapak bahagia.”

“Terimakasih,pak. Ayo Shena..kamu harus berterimakasih juga pada bapak.” Kata Timmi pada Shena. Shena mengerti.

“Embeeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkk”

Setelah itu, merekapun pulang dengan hati bahagia.








Comments

Tulisan Beken