Overwork........





Hari minggu, alarmku berbunyi seperti biasa, jam 4.30 pagi. Dengan mata setengah mengantuk otakku memerintahkan tangan untuk mematikan alarm tersebut dan kembali nyaman memeluk guling. Maunya bangun siang. Tetapi…baru saja mataku mau terlelap. OMG ! Aku langsung bangun, teringat sesuatu. Bahan makanan di kulkas tipis. Cuma ada 4 butir telur dan 2 mie instan. 

Aku buru-buru bangun, mandi dan sholat subuh, setelah itu cap cus belanja di warung. Tak banyak yang kubeli, hanya untuk kebutuhan dapur selama dua hari. Sekitar 15 menit kemudian aku sudah dirumah. Anakku sudah bangun dan terlihat sudah duduk manis di markas favoritnya. Di sudut ruang tamu yang ku beri cushion panjang dan tikar plastic, dimana dia bisa leyeh-leyeh baca buku, main gitar, atau belajar sambil dengerin music. Sedangkan suamiku masih mendengkur dikamar.

Aku lantas mulai sibuk di dapur, menyiapkan makanan. Anak wedok ku suruh menyapu rumah.
Sambil memasak ku usahakan untuk melakukan olahraga ringan, tak peduli meskipun dapurku sempit. Gaswat! Lemak tubuhku mulai tebel. Aku kudu ngilangin berapa kilo lagi? Hiks….padahal ngilangin se ons aja susahnya minta ampun. Meskipun misua selalu menghiburku, “”mulai dulu kan emang udah subur yank…” halah…makin getol nurunin berat badan.

“Ma….ati-ati ntar nendang tempat piring lho….”ledek putriku. Aku membalasnya dengan kedipan mata. Sedangkan bobo hanya dengan mata beloknya hanya menatap tuannya dengan pandangan datar.

Selesai masak. Ku longok cucian dan setrikaan yang menumpuk. Mau tidak mau, aku harus kerjakan. Karena cucian dan setrikaan bukanlah uang. Semakin lama di simpan alamat pekerjaanku semakin menggunung. Ntar aku sendiri yang keteteran handle. 

Jam terus bergerak cepat. Aku sepertinya diburu waktu. Sebelum jam 9 aku harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah, sebelum membuka warnet.

Aku manusia normal, menjalani rutinitas yang sama setiap hari kadang membuatku jenuh. Apalagi kalau PMS. Beuh……efeknya semakin menjadi jadi. Aku yang biasanya suka senyum dan selalu bersemangat. Bisa menjadi Nyonya crab, sepanjang hari murung dan ngedumel nggak karuan. Huh….capek ngurusin urusan rumah tangga terus. 

Biasanya kalau sudah begitu, suami ngingetin. “Kan sudah kubilang, kalau capek nggak usah masak, tinggal beli. Cucian atau setrikaan banyak tinggal di laundriin.” 

Ihhhhhh…sebel tahu. Aku cemberut, dan berpikiran mereka nggak care. Padahal maksud mereka bagus. Pemikiran kitanya saja yang ribet. Ibaratnya lelaki mikirnya sampai ke B kita sudah sampai ke Z. Sok mau mengurus semua dan merasa sayang ngeluarin duit karena sedang berhemat. Sehingga kita berusaha menjadi super woman.Kalau sudah capek..ngomel-ngomel sendiri, yakan lucu banget. Emangnya setelah ngomel-ngomel kerjaan beres, enggak kan? Tetapi…. Begitulah saya, nggak asik kalau tanpa ngomel. Jiahhhhhh alesan……

Menjadi ibu rumah tangga sekaligus mengurus usaha dirumah memang memiliki tantangan sendiri. Bagian tersulit adalah melawan jenuh dan kesepian. Hidup kita seperti terisolasi. Kita jadi amat jarang berkumpul dengan tetangga atau hangout bersama teman. Sudah stuck di tempat kerja. Duduk…blegedes..sampai selesai. Lompat-lompatnya paling masuk kedalam rumah, bermain sama kucing. Atau ngomong sama tanaman.

Aku dan misua sudah bagi tugas, misua ternak teri dan jaga malam. Jadi sebisanya aku nggak ribetin lagi. Kita sudah punya tanggung jawab masing-masing.

Namun….jenuh, kadangkala nggak bisa di kompromi. Meskipun ku pake zikir, atau menulis. Tetep aja nggak mempan.

Semakin kupikir, egoku makin naik. Welah…pikirannya malah blarah kemana-mana. Ini nggak lucu. 

Aku tidak sendirian. Di luar sana banyak ibu rumah tangga yang sama denganku. Mereka juga struggling dengan kejenuhan mengurus rumah dan keluarga. Mereka juga stuck tidak bisa kemana-mana karena ada tanggung jawab yang mereka emban.

Setelah itu….egoku turun. Aku mulai nerima keadaan. Okey…..stop complaining! Eaaaa…..kerja lagi.

Ssssttttt…kalau jenuh gimana mak?

Ya sudah nonton atau dengerin music gitu
Kalau nggak bisa?
Tidur aja
Kalau nggak bisa?
Guling-guling
Kalau tetep nggak bisa?
Nyoba resep masakan
Mmmm…kalau nggak bisa?
Mboh…..sak karepmu
wwkwkkwkwkwkwkwk





Comments

Tulisan Beken