Cerita Lebaran: Mendapatkan Pekerjaan Setelah Bersedekah 10.000 ribu rupiah.




Ini kisah nyata, yang ingin saya bagikan. Supaya kita bisa mengambil hikmah, bahwa janji allah akan sedekah benar-benar nyata.

Ceritanya, saya banyak mengobrol dengan adik sepupu yang kini bekerja di perusahaan Anabatic Jakarta. Sebut saja namanya Daisy. Umurnya baru 18 tahun, dan memiliki dua orang adik.


Secara pribadi saya menyukai anak ini, bukan karena sifatnya yang kalem. Tapi karena ketangguhannya menghadapi hidup. Ayah Daisy sudah meninggal sejak Daisy kelas 6 SD. Setelah itu, pelan-pelan hidupnya mulai sulit. Untuk menyekolahnya sampai ke jenjang SMK, ibunya sampai menjual barang-barang berharga, termasuk tanah yang tak begitu luas disamping rumahnya.

Ibunya yang akrab dengan saya, pernah bercerita, apapun akan dilakukannya, supaya anaknya bisa bersekolah dan berharap kelak dia bisa membantu membiayai sekolah adik-adiknya. Perjuangannya memang luar biasa berat. Dengan segala keterbatasannya Daisy terus bertahan, dan amat sangat berhemat, apalagi sekolahnya di luar kota dan tinggal berjauhan dengan keluarganya. Keputusan ibunya yang termasuk berani, mempertaruhkan segalanya patut diacungi jempol. Karena Daisy sekarang sudah mulai bisa menyenangkan keluarganya.

Disaat banyak orang yang ngersulo, karena ekonomi sedang tidak baik. Daisy datang memberikan kedamaian bagi keluarganya. Dia bagi-bagi ampau bukan hanya pada kedua adiknya, ibu dan kakek neneknya, tetapi juga bagi sodara-sodaranya yang lain.

“Tan, aku dulu disekolah, bukan anak yang pandai. Saat kelas 3, aku mulai mencari pekerjaan, karena aku tahu mama, tak bakalan punya biaya untuk membiayaiku kuliah. Ternyata mencari pekerjaan itu tak mudah, dua kali aku wawancara,keduanya menolak. Tinggal satu yang belum mendapat jawaban. Ada ketakutan, bagaimana seandainya nanti aku tidak mendapatkan pekerjaan. Rasanya pingin nangis. Kasihan melihat mama yang sudah habis-habisan buat sekolah aku. Sewaktu aku sedih, temenku bilang, saat hari jumat, dia menyuruh aku harus sedekah dimasjid, berapapun yang ada dalam sakuku. Dan jangan mengharapkan apa-apa. Uangku tinggal 10 ribu. Karena pas hari jumat. Kumasukkan semua uang itu ke dalam kotak amal masjid. Sorenya aku mendapat pekerjaan.”

Subhanallah! Ucapku turut bersyukur.

Dikelilingi oleh orang-orang pintar, membuat Daisy berpikiran maju. Akhir tahun ini, inshaallah dia akan mengambil kuliah. Meskipun berat, dia akan mengatur waktunya, supaya dia memiliki gelar.

"Kamu nggak kepikiran kawin kan nduk?" tanya saya iseng.
"Hahahha...kagak tan. Masih kecil"
"Syukurlah, seneng-senengin dulu dah nduk, jangan mikirin laki-laki"
Daisy tergelak, setelah itu obrolan kami terhenti karena bedug magrib.

Sedekah memang luar biasa. Ada saja pertolongan Allah yang tak disangka-sangka. Jadi kenapa kita harus pelit, enggan untuk bersedekah.
Hayuk, kita berlomba-lomba untuk berbagi. Biar Allah kenal kita.

Comments

Tulisan Beken