Cerita Lebaran: Pengorbanan Seorang Ibu




Lebaran ini, banyak membuka mata saya, ketika saya dihadapkan pada peristiwa-peristiwa yang membuat saya takjub akan kebesaran hati seorang ibu.

Airmata saya banyak tumpah, hati ini nelangsa saat mendengar suara takbir, dan mama, satu- satunya orang tua kami tidak berada ditengah-tengah kami. Rasanya hati saya bercampur aduk. Meskipun saya kerap tidak berlebaran bersama, namun saat itu mereka masih lengkap, ada abah dan simbah juga mama. Kami masih sering telponan.Jadi tidak begitu terasa kehilangan, Kini Abah dan simbah meninggal, dan mama berjauhan dengan kami. Jangan tanya nyeseknya hati. Sampai saya berpikir, andai saya punya jet pribadi. Akan saya bawa mama kembali.

Kita tidak tahu, apa yang Allah rencanakan. Kesakitan,kekecewaan, kemarahan banyak mengajari kita, akan ikhlas dan betapa kehadiran orangtua ditengah-tengah kita amatlah sangat berharga. Meskipun mereka buruk, tetaplah mereka orangtua kita, yang menghadirkan kita kedunia, yang terus mendoakan dan menerima kita apa adanya. Mereka rela melakukan dan memberikan apapun demi membahagiakan anak-anaknya.

Ketika saya bertemu dengan sodara, yang seorang cancer survival. Saya tak dapat menahan emosi. Dia terus menyemangati saya supaya saya jangan menangis. Karena dia tahu, saya amat cengeng dan mudah sekali tersentuh.

 “Ning….jangan nangis! Mba nggak mau ketemu kamu lagi kalau kamu menangis.” Ucapnya saat kami berpelukan.

Ketegarannya luar biasa. Bagaimana dia bisa menyembuyikan rasa sakitnya pada anak-anaknya. Dibalik tawa kerasnya. Dia tutupi kepalanya yang nyaris botak dengan sebuah kerudung. Supaya anak-anaknya tidak melihat. Semua dia sembunyikan dan tahan sendiri. Subhanallah! Saya mengelus dada.

Ada juga pengorbanan seorang ibu, yang rela menjual apa saja supaya anaknya bisa kuliah, padahal dia seorang single parents. 

Ada juga seorang ibu yang masih bertahan dalam perkawinannya yang buruk, meskipun sang suami sudah lama menelantarkan dia dan anak-anaknya. Supaya anak-anaknya tetap memiliki keluarga utuh. Menurut si ibu dia rela, hatinya disakiti asalkan anak-anaknya bahagia.

Banyak hal yang dilakukan oleh seorang ibu, mereka banyak melakukan kebohongan untuk menutupi semua kegetiran dalam hidupnya, dibalik senyum dan tawanya. Untuk apa coba. Semua untuk anak-anaknya.

Mulanya saya tak terima dengan penjelasannya.Tapi kini saya mulai mengerti, ibu akan melakukan apapun bahkan rela memberikan nyawanya untuk kebahagiaan anak-anaknya. Sebab cinta ibu tak pernah tergantikan.

I Love you, Ma……

foto diambil dari lovethispic

Comments

Tulisan Beken