Scramble Egg Untuk Mas Agung




Mata Agung mengerjap-ngerjap, kala hidung bangirnya mencium bau gosong.”Anindita…..dimana kamu sayang?” Lelaki atletis bermata coklat itu segera bangun dan berlari mencari istrinya. 


Hatinya lega saat melihat perempuan mungil nan manis itu berada didapur. Dan terperangah saat mengetahui dapurnya sangat berantakan. Ada beberapa pecahan telur dan tumpahan susu dilantai. Juga beberapa sendok dan mangkuk kotor yang tergeletak diatas meja dapur.

“Kamu sedang apa sayang?” Agung mengecup kening istrinya.

“Membuat scramble egg, tapi lihat hasilnya……” Anindita memamerkan scramble egg  gosong diatas kompor. Mimicnya begitu sedih.

Agung tertawa. Tangannya langsung mencicipi scramble egg langsung dari atas wajan.”Scramble egg rasa baru …..”tenggorokannya cepat cepat menelan scramble egg buatan istrinya. Yang rasanya berasa didunia lain. Agung tak tahu bahan apa saja yang dimasukkkan istrinya kedalam scramble eggnya.

Melihat tingkah suaminya, airmata Anindita menggenang. Merasa dirinya sebagai perempuan bodoh, yang tidak bisa menyenangkan suaminya.Masak masak scramble egg yang tergolong gampang saja sampai bias gosong. Ia menangis sesenggukan.

Agung menghampiri dan mengusap airmata dipipi istrinya “Sayang, aku cinta kamu apa adanya. Aku tidak pernah menuntutmu untuk melayaniku.” Lelaki itu memeluk istrinya. Ia tahu, Anin telah bersusah payah membuatkannya sarapan.

“Tapi Mas….aku ingin membuatmu bahagia…..”

“Ia aku tahu…….”Lalu Agung membopong Anin ke sofa. “Asal kamu disisiku….itu sudah cukup bagiku” ucapnya lembut.

Anindita haru, Agung memang lelaki baik, tak pernah rewel. Apalagi dia tahu Anindita bukanlah perempuan yang pandai memasak. Selama ini, dialah yang menjadi koki dirumahnya. Sebab dia menyukai masakan rumah. Dan Agung selalu memperlakukan Anin sebagai seorang ratu. Karena kebaikannya itulah, Anin ingin memberikan yang terbaik untuknya. 

***
Agung didera oleh rasa cemburu. Yang mulai membakar hatinya. Telepon istrinya sering mati di jam-jam tertentu. Padahal sebelumnya tidak. Teleponnya selalu on. Sebagai pasangan pengantin baru. Agung sering kangen Anin. Dia kangen senyumnya, suaranya, gigi gingsulnya serta sikapnya yang manja. Dia suka menelponnya, hanya untuk mendengar suaranya. Suara Anin seperti energy booster saat dia sedang jenuh ditempat kerja. Pikiran Agung melayang.

Dia teringat hampir dua minggu lalu, Tanpa sengaja dia melihat istrinya bertemu dengan lelaki tampan berwajah oriental di sebuah restaurant tak jauh dari tempat Anin bekerja. Mereka tampak akrab sekali. Agung tak tahu siapa dia. Sikap Anin juga aneh, dia tak lagi manja. Ataupun sibuk mengomentari hasil masakannya. Karena setiap malam Anin sudah pulang membawa makanan. Sehingga Agung tak perlu repot lagi memasak. Padahal Agung sangat menyukainya. Lelaki itu suka melihat Anin berdecak kagum saat mencicipi masakannya.

Jangan-jangan istrinya memiliki pria lain. Agung meremas kertas didepannya. Tak mungkin! Anin sangat menyintainya. Dia menjawab pertanyaanya sendiri. Agung kembali focus bekerja, namun pikirannya sudah teracuni oleh bayangan lelaki berwajah oriental itu. Lelaki itu geram, dengan gusar dia mengemas tasnya dan pergi menjemput istrinya.

Tiba dikantor Anin…..Agung berusaha keras untuk menyembunyikan rasa marahnya. Kata reception disana Anin sudah pulang sejam lalu. Agung tambah frustasi, dan pulang dengan wajah bersungut-sungut.

Ini tak bisa dibiarkan……Agung mengepalkan tangannya. Dia kembali menelpon istrinya. Tak aktif. Kemudian dia iseng mendatangi restaurant dimana dia melihat istrinya dan lelaki oriental itu. Dan melihat Anin baru keluar dari sebuah ruangan. Agung mengejarnya.

Dan menarik tangan istrinya kasar.”Sayang….siapa lelaki itu?”

Anin terkejut melihat suaminya berdiri disampingnya.”Oh…eh…dia…dia adalah….” Anin gugup

Lelaki oriental itu mendekati Agung dan mengulurkan tangannya.”Perkenalkan nama saya Edo, saya Chef disini….?”

Agung melihat Edo dan istrinya bergantian.Meminta penjelasan.

“Sayang….aku belajar masak disini. Chef Edo yang mengajariku” jawab Anin setelah bisa menguasai rasa terkejutnya.

Edo menggangguk, kemudian dia menjelaskan semuanya.BArulah Agung mengerti.

“Ya Tuhan…..berarti kalian tidak ….” Agung menepok jidatnya sendiri, telah berpikiran macam-macam terhadap istrinya.

Anindita tergelak. ‘Sayang….aku cinta kamu. Ngapain aku macam-macam, ya kan Chef?”
Yang dijawab dengan senyuman oleh Edo.

“Yup….anda sangat beruntung mendapatkan Anin. Dia cepat belajar, sekarang dia sudah pandai memasak. Scramble eggnya tidak bakalan gosong lagi.” Tawa Edo berderai teringat pertemuannya dengan Anin yang terlihat deperate waktu menceritakan soal scramble egg.

Hati Agung bernafas lega. Senyumnya seketika mengembang.”I love you” bisiknya ditelinga istrinya.






Comments

Tulisan Beken