Browni Land




Suatu hari di Browni Land, tempat para kurcaci tinggal. Terjadi kehebohan. Pixy dan Piku menemukan benda asing saat mereka hendak mencari buah raspberry liar. Warnanya putih, bentuknya bulat dan  besar sekali. Jauh melampaui ukuran tubuh mereka yang mungil.

“Piku.....ini benda apa?” Tangan Pixy mencoba menyentuhnya. Keras.
“Aku tidak tahu.....” Piku ikut-ikutan menyentuh dan membauinya. Hidungnya tak membaui apa-apa.

Kedua sahabat itu berpikir keras. 


“Kita sebaiknya segera pergi memberi tahu ratu Pixcel, siapa tahu ini kiriman Raja Moron yang ingin mengambil alih Browni Land.” kata Piku berapi-api. Kemudian dia berlari kembali ke Browni Land menghadap Sang Ratu. 

Pixy mencoba melarangnya, namun....Piku larinya cepat sekali.
 “Gawat Ratu Pixcel. Ada benda asing tak jauh dari Browni Land. Bentuknya beeeeesaaaaarrrrr sekali.” Piku begitu gugup menceritakannya pada Ratu Pixcel. “Jangan-jangan itu kiriman dari......”

Pixy segera membungkam mulut Piku. Ia tak mau kekhawatiran Piku menghebohkan rakyat Browni Land.
“Kiriman siapa Piku...? tanya Ratu Pixcel penasaran.
Piku yang ditanya menunduk, Pixy sudah memberinya isyarat tadi.
“Hmmm...kiriman Raja Moron maksudmu?” Ratu memperhatikan Piku. 

Letak Browni Land dan Ugly Land bersebelahan. Ugly Land dipimpin oleh Raja Moron, yang terkenal jahat. Dia suka sekali menggangu kehidupan Browni Land yang damai.
“Bukan begitu ratu, sebaiknya kita cari tahu dulu, sebelum menuduh seseorang” jawab Pixy bijak. 

Ratu manggut-manggut. Melihat kedua sahabat itu. Lalu bersama-sama mengajak mereka melihatnya. Orang-orang yang melihat mereka keluar istana serta merta mengikuti mereka
Sesampainya disana, Ratu dan semua orang yang berada disitu kecewa. Karena tak ada benda asing seperti yang dikatakan oleh Piku. Ratu menjadi murka. Dan menuduh Piku bohong. 

“Kami tidak bohong ratu, kami sungguh melihatnya disini....?” bela Piku dan Pixy.
“Buktinya, apa yang kalian katakan tidak ada”
“Iya..mana mungkin benda sebesar itu bisa  pindah sendiri.” Sahut yang lainnya.
“Tapi....kami tidak bohong, benda itu ada disini tadi.” Pixy mulai kesal dituduh berbohong.
“Hukum saja mereka ratu” kata Piki yang memang dari dulu tak suka dengan mereka berdua.
“Iya”
“Setuju”
“Sudah membuat kita semua cemas” Orang-orang mulai gaduh.
Ratu menenangkan.” Tenang semuanya. Untuk mengetahui apa yang Piku dan Pixy ucapkan benar, maka ratu memerintahkan kalian untuk mencari tahu tentang benda asing itu, termasuk menyerahkan bukti-bukti.”

Semuanya terdiam. Ini pekerjaan berat. Bagaimana mungkin Pixy dan Piku dapat menyelesaikannya. Piki tersenyum mengejek kepada Piku dan Pixy.
“Baik Ratu......kami akan membuktikannya” Jawab Piku dan pixy berbarengan.
“Waktunya seminggu” timpal ratu lagi. 

Setelah ratu dan orang-orang pergi........
 “Pixy.....dimana kita akan mencari bukti” tanya Piku bingung, melihat Pixy yang sedang duduk serius diatas batu. “Pixy......kamu dengerin aku tidak?”
“Iya...aku denger”jawabnya kesal. Piku selalu menyulitkannya.”Kamu jangan bertanya terus, menganggu konsentrasiku saja.”

Pikupun terdiam dan duduk disebelah Pixy. Tak berapa kemudian, Pixy berdiri
“Hmmmm....begini, sebaiknya kita berpencar. Kamu pergi ke Ugly land, selidiki bila ada aktifitas yang mencurigakan. Sedangkan  aku akan pergi ke desa. Dan empat hari lagi, kita berkumpul disini saat matahari tepat diatas kepala.”Kata Pixy tegas.
“Oke....” kata Piku tanpa membantah. Ia percaya Pixy.Sahabatnya itu cerdik. Di balik sifatnya yang pendiam. Dia pandai menyelesaikan masalah.
Merekapun berpisah

***
Empat hari kemudian.....
Piku datang terlebih dahulu daripada Pixy. Dia dengan gayanya yang santai, duduk diatas batu sambil bersenandung.Dari kejauhan matanya tertumpu pada sebuah bayangan yang berjalan menuju kearahnya.Piku menjadi tak sabar.

“Pixyyyyyyyyy........”Piku berlari kearah sahabatnya. “Bagaimana penyelidikanmu? Apakah kamu sudah menemukannya? Aku tidak menemukan apa-apa di Ugly Land.”
“Kita langsung ke istana saja....aku ada berita penting untuk ratu?”

“Berita penting apa?” tanya Piku penasaran.
“Nanti kamu tahu sendiri?” Pixy mengedipnya matanya. Memanfaatkan keingintahuan Piku.
“AArgghhhhhh....kamu selalu saja begitu” Protes Piku, memberengut. Meskipun begitu, ia mengikuti Pixy menemui Ratu Pixcel.

Sesampainya di istana. Pixy memberikan semua bukti-bukti yang ia temukan dan memberikannya ke ratu.

“Menurut pendapat saya, ratu harus segera memindahkan Browni Land ke tempat yang lebih aman. Sebentar lagi mereka akan membangun perumahan disini. Apakah ratu tidak khawatir akan nasib kami? lalu benda yang yang kami lihat beberapa hari yang lalu adalah bola. Anak-anak kampung sebelah yang bermain. Karena lapangan bola mereka telah disulap menjadi pasar.” Pixy menjelaskan pada ratu apa yang telah ditemukannya.

Ratu melihat semua foto, dan rekaman yang dibuat oleh Pixy. Kabar yang dibawa Pixy sangat mengejutkannya. Mereka sudah lama dan nyaman tinggal disini, namun disatu sisi, Dia tak bisa membiarkan rakyatnya tertindas oleh keberadaan manusia.

Melihat kekhawatiran sang ratu Pixy memberikan foto lagi,”Ratu jangan khawatir, saya sudah menemukan tempat yang nyaman untuk tempat Browni Land yang baru.”
“Benarkah? Dimana letaknya?” tanya ratu hampir berteriak saking girangnya.
“Disebelah bukit Wijaya Kusuma ratu. Disana tempatnya masih asri. Banyak tanaman buah tumbuh disana Sungainyapun  jernih.”

Ratu Pixcel sangat puas dengan penemuan Pixy. “Baiklah...kita segera mengatur waktu untuk pindah dari sini”

Beberapa hari kemudian. Kesibukan terjadi di Browni Land. Mereka mengikuti perintah ratu Pixcel untuk pindah ke tempat baru.














Comments

Tulisan Beken