Slime Ajaib




“Barbara mau sepatu itu, bukan yang lainnya Ma!”
“Tapi…uang mama tidak cukup, nak, beli yang ini saja ya sayang?” mama mencoba membujuk Barbara yang tengah ngambek.

“Tidak mau! Barbara mau sepatu itu! Gadis cilik itu terus merengek, dan mulai menunjukkan sifat keras kepalanya. Mama menjadi tak enak hati, apalagi saat itu toko sepatu yang mereka kunjungi sedang ramai pengunjung.


Mama menarik nafas panjang. Sepatu berwarna pink yang diinginkan Barbara harganya 500 ribu. Sedangkan uang didompetnya tinggal 200 ribu.

“Maaf nak, mama belum bisa membelikanmu sepatu itu” dan kemudian mengajak Barbara keluar toko.

“Mama jahat! Mama tidak sayang Barbara. Barbara benci mama!” kata Barbara sambil menangis sepanjang perjalanan menuju halte bis. Namun mamanya tidak mengindahkannya. Dia tetap diam. Dan membiarkan Barbara terus mengumpat sendiri.

Barbara sangat marah, pada mamanya yang tidak membelikannya sepatu baru. Apa yang akan dikatakannya besok pada Melodi? Padahal dia sudah bilang padanya, bahwa hari ini dia akan membeli sepatu itu. Barbara semakin cemberut, membayangkan Melodi tidak akan menerimanya sebagai anggota Micha.

Melodi, adalah anak orang kaya, dia cantik dan sebagai pemimpin Geng Micha. Anggotanya ada enam orang. Disitu ada Galih, Puja, Ayla, Ratu, Amara dan Melodi. Dan Barbara ingin menjadi salah satu dari mereka. 

Pluk!

Barbara mengambil benda aneh yang jatuh dikepalanya. “Yuck! Apa ini?!! Tanganyannya terasa dingin saat menyentuh benda asing itu. Benda lonjong berwarna hijau, dan mirip jelli. 

Tangan Barbara tergerak memainkannya. Ditarik-tariknya  benda itu, kemudian diremas-remas. Bunyinya krek…krek…krek.

Perasaan Barbara nyaman, dia terus meremasnya. Perlahan rasa marah dan kecewanya hilang. Berubah menjadi rasa bahagia

“Ajaib!” guman Barbara pelan.

Malamnya Barbara mimpi seram, mama dan papanya jatuh miskin. Semua gara-gara kelakuannya, yang suka memaksakan kehendak. Barbara sampai menangis dalam mimpinya karena tak tahan melihat penderitaan keluarganya.
“Maafin Barbara ma, Barbara nggak akan gitu lagi”

***
Esok paginya saat sarapan, papa memberitahunya akan membelikan sepatu baru yang diinginkannya. Tapi Barbara menolak.

Hal itu mengejutkan papa dan mama. 

“Lho…bukannya kemarin kamu bilang mama jahat, karena tidak membelikan Barbara sepatu baru? Tanya mama heran. 

“Barbara nggak mau lagi ma” ia menyuapkan sesuap nasi goreng ke mulutnya. Ia sangat takut mimpinya menjadi kenyataan.

“Yakin…..? Apa Barbara tidak tertarik lagi, ikut geng Micha?” mama bertanya sekali lagi.

“Nggak…….” Sahutnya singkat. Kemudian… “Barbara berangkat sekolah dulu. I love you ma” kemudian dia mencium pipi dan tangan mamanya.

Papa yang melihatnya sangat terkejut dengan perubahan drastic anak semata wayangnya itu.
“Kamu nggak apa-apa kan sayang?” Papa mendekati Barbara.

“Kenapa emangnya pa?” Barbara berubah ya? Hahahhahaha jangan khawatir Pa, Barbara nggak papa kok.” Lalu dia menceritakan tentang slime yang ditemukannya berikut mimpinya.

“Barbara ingin berubah. Barbara nggak mau mama dan papa menderita karena kelakukan Barbara.”Katanya dengan malu-malu.

Lantas Mama dan papa mendekap Barbara hangat.

Comments

Tulisan Beken