Mengejar Jokowi


foto diambil dari twitter


Key bangun tepat sebelum adzan subuh berkumandang. Anak perempuan itu terlihat gesit dan antusias meskipun hari minggu. Padahal semalam, dia sudah lelah gladi resik untuk acara pagi ini.

Dia harus tiba disekolah sebelum jam 5.30 pagi. Maklumlah dia beserta teman-temannya paduan suara Pega akan bernyanyi di depan Presiden. Ho ho ho…kesempatan langka, siapa yang tak suka.


Dengan menggunakan bis, mereka berangkat ke JSG – Jember Sport Garden. Disana suasananya ramai sekali. Karena acaranya belum dimulai, Key dan teman-temannya melihat-lihat sekitar.

Rasa jenuh mulai melanda, apalagi tak ada tempat untuk duduk. Namun mereka tetap semangat. Kemudian ada yang memberitahu, bahwa Presiden tidak datang, sebagai gantinya bapak Muhadjir Effendi selaku Mentri pendidikan hadir beserta Bupati Jember, ibu Faida, mengetahui hal itu, orang-orang mulai bubar. Dan Key bersama kawan-kawannya tetap semangat bernyanyi.

Setalah selesai mereka segera kembali kesekolah. Terlihat sekali wajah-wajah lesu teman-temannya. Bukan hanya mereka saja, tetapi anak dari sekolah lain juga, yang jauh-jauh datang dengan menggunakan truk. Kekecewaan mereka pastilah jauh lebih buruk daripada kami, Key membathin.

Rasa lapar, kehausan, pingin ke toilet mulai menyerang. Bis sudah menunggu, dan bis kamipun meluncur kesekolah dengan mulus. Untuk menghilangkan rasa kecewa, anak-anak melakukan kegilaan didalam bis,mereka bernyanyi disepanjang perjalanan.


Mendekati sekolah, Ibu Guru mendapat kabar, anak-anak diminta ke pendopo kabupaten. Dan meminta pak sopir membelokkan bis. Wajah anak-anak kembali ceria.”Yes….bisa ketemu bapak Presiden…” 

Suasana alun-alun yang sudah mulai ramai, karena sebentar lagi akan ada JFC, menyebabkan bus yang mereka tumpangi tak bisa masuk, sehingga mereka harus rela berjalan kaki menuju alun-alun, dalam perut lapar, lelah dan cuaca yang menyengat.


Namun…. karena akan tampil didepan Presiden. Mereka lakukan itu dan menikmatinya dengan sukacita.
Dan…..mereka harus menelan rasa kecewa untuk kedua kalinya. Mereka tidak dapat bernyanyi dihadapan presiden. Padahal sudah menunggu lama. Rasa kesalpun mulai menggelayuti. klop sudah penderitaak mereka hari itu, lapar, haus, lelah, kebelet pipis.hhhhhhhhhh

Entah siapa yang salah…….ah…..kenapa kami di PHPein Pak Jok?




Comments

Tulisan Beken