Ntah

Image result for awan kelabu pixabay
foto diambil dari pixabay

Sepertinya hari ini kepalaku rasanya penuh. Penuh dengan ide gila, yang ingin kutulis, namun....saat aku berhadapan dengan komputer, tak satupun kalimat yang mampu ku rangkai dengan baik. Yang kutulispun hasilnya berantakan, semau-mau gue, nggak ada rohnya sama sekali.


Ada apakah ini? Mungkinkah aura kesedihan masih menyelimutiku?
Kemarin aku memang menengok saudara yang sudah ku anggap mbakku sendiri. Ntahlah.......ada perasaan berat saat melihatnya. hatiku seperti diiris iris berpuluh puluh pisau.Tiap melihat anak-anaknya aku suka nelangsa sendiri. Mana anak laki-lakinya sakit tumor rahang pula. logikaku yang biasanya moncer, jadi buntu.Aku tidak bisa berpikir, bagaimana si mba menghadlenya. Ngebayangin nasib mba yang sakit, serta dua orang anaknya yang masih butuh perhatian dan biaya besar. Pikiran buruk tak mampu ku cegah, bagaimana bila si mba dipanggil. Siapa nanti yang merawat mereka? Mereka sudah lama yatim.


hal ini memberatkan bathinku .jauh dari dalam lubuk hati, mereka ingin kutanggung semua. Untuk meringankan beban si mbak? Ya Allah......Mampukah aku?

 Seminggu belakangan ini, si mba sering mampir dalam mimpiku, selalu saja sama, pamit pulang. dia naik tangga, tangannya sampai ku pegangin, memohon-mohon supaya jangan pergi. Semoga saja itu hanya bunga tidur. Kadang aku suka takut dengan mimpi "aneh" yang datang kepadaku.

Aku mengerti, tak ada yang kekal di dunia ini, semua mahluk yang bernyawa pada akhirnya toh akan sampai di titiknya. Kita tak tahu kapan kapan kita akan mencapai titik.

Si mbak memang sempat drop sehabis menerima kemoterapi ketiga. badannya semakin kurus, rambut di kepalanya sudah rontok. Aku melihatnya seperti alien, cuma sinar matanya saja yang menyiratkan keinginan untuk sembuh. Aku berdoa semoga ada keajaiban.

kalau melihat orang sakit parah, rasanya harta dan jabatan tinggi percuma.Kesehatan nomor satu.
Melihat si mba, yangmasih susah makan, dadaku sesak. Sampai dirumahpun, wajah si mba masih terbayang. Vibrasi antara kami kuat sekali. Aku seperti mendonload semua penderitaannya, dan sekarang susah payah aku mengeluarkan energi negatif itu, yang telah menyedot semua energi positifku. Fussssssssssssss ahhhhhhhhh

Bila nalarku tak mampu menggapai. Kukembalikan semuanya pada Allah.



Comments

Tulisan Beken