Saat Cinta Bertepuk Sebelah Tangan




Cinta itu misteri, kita tak tahu kapan datangnya. Tiba-tiba muncul tak tahu tempat dan waktu. Tak peduli kita sendiri atau sedang berpasangan. Cinta itu tetap bersemayam, duduk manis, mengulik-ngulik hati, mencerabuti saraf-saraf logika, dan menjadikannya kita” bodoh” sesaat.
It’s ok bila cinta itu hadir saat kita sendiri, kita bisa melebarkan sayap sayap cinta, dan melabuhkannya pada orang yang  sama-sama memcintai kita

Akan tetapi cinta itu akan terasa sangat menyakitkan, apabila cinta hadir saat kita memiliki pasangan. Haruskah kita tetap menjaga perasaan itu atau membuangnya ke tempat sampah? Well..that’s your choice. Saya tidak mau membahasnya. Tetapi saya mau membahas yang lain, tentang cerita cinta yang sama-sama memilukan siapapun pemiliknya. Apase mak……..? 


Hehehhehe sabarlah……

Cinta bertepuk sebelah tangan.

Mungkin kalian pernah mencintai seseorang, sayangnya cintanya tak terbalas. Alias cinta bertepuk sebelah tangan. Kita cinta, cinta sendiri, rindu, rindu sendiri yang rasanya menyiksa hati, membuat kita menderita, lahir dan bathin. Seperti lagunya Duo Maia, ingat kamu.

Aku sedang bingung 

kuingat kamu
 Aku sedang sedih
Juga Ingat Kamu
Aku Sedang Bosan
Kuingat Kamu
Ooo Cinta Inikah
Bila Ku JatuhJatuh Cinta ...

Tuh kan……wajah dia terus bermain di pelupuk mata kita, sampai emberpun berubah menjadi wajahnya. Gubrakkkkkk…….
.
Lucunya, saat kita mencintai seseorang tanpa syarat. Kita menjadi keras kepala dan “dongok”. Hanya dengan kata sapaan atau sedikit senyuman yang dilemparkannya. Kita menjadi girang, hati kita berbunga-bunga, mesem seharian nggak jelas dan lebay, dengan kesederhanaan dan sikap manis yang ditampilkannya. Sekecil apapun perbuatannya tampak sangat menakjubkan dimata kita. 

Hayo….yang ngerasa ngaku? Suit suittt…….

Tapi perasaan itu tak lama, dan sia-sia. setelah kita menyadari, bahwasannya. Perasaan bahagia itu hanya milik kita sendiri. Yang kita bangun sendiri, yang ada dalam pikiran kita sendiri. Obsesi dan mimpi akan merengkuh seorang pangeran hanya sebatas dalam pemikiran kita saja. Dan pangeran tak pernah mengetahuinya. Atau parahnya dia telah mengetahui, namun secara halus menolak. Wew………..dan begonya kita keras kepala,  membiarkan cinta itu tetap berkembang padanya. Nothing is impossible. Berharap suatu hari, pangeran akan berbalik mencintai kita. Hheheheheheh lieur, wasting time lah. 

Jadi….apa yang sebaiknya kita lakukan, untuk melupakan cinta itu pelan-pelan. 

1.    Terima apa adanya

Terima perasaan kita dan syukurilah dengan apa yang terjadi. Ambil sisi positifnya. Sesuatu yang hadir dalam hidup kita, orang, dan semua rasa yang kita alami, baik benci dan cinta tentunya ada pelajaran dibaliknya. Kadang kita perlu waktu untuk menyadarinya.

2.    Kembali ke reality
Hapus semua mimpi yang telah kita bangun akan sosoknya. Memang hal itu tak mudah. Lebih baik sakit diawal daripada kelak. Dan biarkan waktu menyembuhkannya.

3.    Terus aktif dan sibukkan diri
Saat kita tahu, cinta kita hanya bertepuk sebelah tangan. Tentunya kita merasa kecewa, kita tidak bisa memiliki apa yang kita mau. Namun…janganlah hal itu membuat diri kita menjadi pasif, dan terus menangisi takdir. Hal itu justru memperburuk keadaan. Lebih baik kita sibukkan diri, dan terus aktif supaya tak ada tempat untuk mengeluh dan mengurangi ruang untuk mengingatnya.

4.    Jadikan one side love itu penyemangat.
Baik itu penyemangat studi maupun karir. Ketika cinta kita tidak diterima. Lalu timbul perasaan ingin menonjol dan “diapresiasi” oleh orang yang kita cintai. Buktikan bahwa kita bisa.Meskipun ini terdengar aneh dan konyol. Tapi efektif untuk mengurangi kadar cinta secara pelan-pelan.

5.    Kuatlah dan tetap tersenyum
Sesedih apapun yang kita alami, jangan sampai membuat diri kita terpuruk.Jangan semua dimasukkan kedalam hati. Bangkit, tetap kuat dan tersenyum. Kita tak akan mati hanya karena cinta bertepuk sebelah tangan. Ambil sisi baiknya, one side love membuat kita tegar.

Ya sudah gitu aja
Salam sayang
fidia


Comments

Tulisan Beken