Apa Salahnya Memakai Hijab?


Pikiranku sedang terbebani oleh permintaan seorang teman. Bukan karena permintaannya, tetapi terbebani oleh rasa ingin tahu, dibalik alasan kenapa dia memintanya.  Permintaan yang bakalan tak mungkin kukabulkan.

Seribu pertanyaan bersliweran dikepala.
Adakah dia hanya ingin mengetes keimananku sebagai muslim.
Adakah dia pure memintanya karena menginginkanku lebih free mind, supaya aku bisa bebas berekspresi, supaya dunia tidak mengucilkanku.
Adakah dia hanya ingin tahu apakah aku orangnya mudah patah pendirian
Atau ada hal lainnya, yang tak kutahu.


Banyak alasan perempuan memakai hijab. Ntah itu karena ketaatan, ngikutin trend fashion dan lain sebagainya. Ilmu agamaku masih cetek, dan aku tak mengikuti fashion. Saat perempuan berbondong-bondong memborong pakaian dan hijab syar’i. Aku masih nyaman dengan jilbab segiempat. Sebab, bagi diriku sendiri, aku memakainya karena ingin menjaga diriku dari tatapan laki-laki nakal. Aku pernah mengalami sex abuse.Menjijikkan sekali bila mengingat hal itu. Yang membuatku sadar, tak ada yang bisa protek kita, selain Allah dan diri kita sendiri. Dari situlah timbul keinginan, untuk menutup aurat. Tentu dengan segala konsekuensinya.

Sayangnya, semua penjelasan tidak ada artinya sama sekali. Kita berbeda pandangan. Dan itu membuatku terdiam. Sepertinya persahabatan selama beberapa tahun, cerita cerita panjang yang kita habiskan percuma saja. hanya karena soal HIJAB!

Dan bagiku itu aneh.

Kenapa HIJAB menjadi masalah? Bukan sehari dua hari aku memakainya, tetapi sudah dua tahun lebih. Selama itu tak ada masalah. Aku bisa mengatasi semua keraguan.  Aku nyaman dengan diriku. Hijab tak membuatku kehilangan ide dan kreatifitas. Hijab tak membatasi aku berkarya. Kenapa tiba-tiba sekarang ada yang begitu menginginkan aku untuk melepas HiJAB. Karena baginya, agama dihargai secara personal. Antara Tuhan dan umatnya. Tidak usah diperlihatkan. Aku mengerti.... Bukankah aku tetap menjadi pribadi yang sama,creatif, humble,keras kepala, pekerja keras,suka ketawa, jahil, super duper sensitive dan aku tidak menyakiti siapapun dengan keputusan yang kubuat.
Tetapi... kenapa banyak yang lupa, soal memilih. Bukankah memilih juga bagian dari kebebasan.
Apakah perempuan itu tidak boleh memilih?

Membuka aurat dikit dilecehkan, menutup auratpun disalahkan. Ah... kasihan sekali menjadi wanita. Kita hanya sebagai obyek bully. Sepertinya perempuan memang ditakdirkan tak berhak memilih. Semua tergantung dengan pandangan orang lain. Terserahlah.. aku akan memilih jalanku... apapun resikonya.


Comments

Tulisan populer