Dua keputusan berat

People change like a season.
Sama sepertiku.
Mengawali bulan november.. sambil menunggu. Kutulis sekelumit perjalanan spiritual dan penemuan jati diri.



Keluar dari.comfort.zone.dan membuka kembali lembaran baru semangat baru untuk sebuah cita cita.. uhuyyyyy.

Pagi sampai.bali... Aku langsung bekerja. Tidak mau membuang buang waktu. Aku takut bila aku berdiam diri pikiranku akan sedih dan ingat anak. Jadi lebih baik langsung disibukkan dengan.pekerjaan. kalau sudah capek biar bisa langsung tidur.

Etapi.... Tahu tidak... Ketika aku baru pulang kerja dan merebahkan kepala di bantal.yang emag sengaja kubawa. Tuh bantal milik key.. bukan hanya.bantal tapi boneka juga... Wkwkwwk ini emaknya emang rada rada yach. Maksud hati sih supaya berasa tidur meluk dia.

Oke... Tiba tiba airmata langsung ngocor aja.. kek kran baru.. kenceng. Duh... Kagak enak sama.sekali bo.. jauh dari anak. Yang biasaya suka di peluk.. yang biasany suka menciumi wajah dan rambutnya.. kini kudu.nahan kangen. Aihhhh.

Lalu....

Yang biasanya duduk.santai. kini Semua serba cepat dan harus mulai terbiasa dengan rutinitas baru yang lumayan menguras pikiran dan energi.

Kembali bekerja dan hidup jauh dengah keluarga. Sesuatu yanh tak kupikirkan. Sama seperti dulu saat tiba tiba diajak pindah ke jawa.

Dan lucunya aku kini.di minta handle di ubud. Tempat yang memang aku sukai.

Waktu melalui jalan menuju lumia.. aku terkejut ketika melewati pura. Buarrr langsung Dejavu..Seperti terlempar dimasa lalu dimana aku seperti pernah melewati jalan itu.

Aku tertegun. Ya allah... Pasti ada sesuatu disini.. yang engkau gerakkan. Yang aku belum tahu apa itu.

Keputusan yang kedua adalah.
Lepas hijab... Jujur ini sebuah.pertarungan bathin, sampai aku tidak tidur semalamam memikirkannya. Sesuatu yang ku pegang teguh harus rela kulepas. Berat sekali rasanya. Tapi memang aku yak bisa melawan realita yang kadang kejam. Aku lagi lagi memilih.

Hidup sendirian... Semakin membuka mata, bahwasannya bila kita ingin.bangkit... kita tak bisa mengandalkan bantuan orang lain. Kita harus bisa mengandalkan diri sendiri dan percaya bahwa kita bisa menggapainya. Ya sudah gitu saja.

Comments

  1. Selamat bekerja, dan saya tunggu lanjutan cerita2 yg terputus

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks mba..inshaallah saya lanjutkan cerita kembali

      Delete
  2. Semangat bu, semua pengorbanan ibu pasti akan berbuah manis

    ReplyDelete

Post a Comment

Tulisan populer