Tersenyumlah





Setiap perempuan menikah pasti menginginkan seorang suami yang setia, sayang dan  bertanggung jawab. Entah atas nama cinta atau keterpaksaan, terkadang apa yang diinginkan tak sesuai dengan realita.Mereka terkungkung dalam ketidakpastian. Kebahagiaan seperti sebuah fatamorgana. Airmata tak berharga lagi.


Salah satunya adalah orang terdekatku. Sisi perempuanku tersulut amarah melihat ketidakberdayaan mereka. Tiap dia curhat pasti ku komporin. "Wake up! You have a choice. Your happiness is yours, not from your husband! Sayangnya aku terlalu egois. Aku lupa ada hati-hati kecil yang tak kupikirkan.

Lalu....... perceraianpun terjadi. Bukannya aku happy dengan berita itu, tetapi aku malah di landa kesedihan. Aku menangis tergugu. Hatiku tercabik-cabik, turut merasakan hancurnya hati anak-anak mereka.

Ya Allah! Ampuni diriku

Aku jahat! Ku maki diriku sendiri, Ini adalah salah satu nasehat yang kusesali. Aku egois, Sok tahu dan mengerti  penderitaan orang lain. Duh Gusti! Rasanya hatiku di tusuk seribu belati. 

Tak pelak, kejadian ini membuatku merenung dalam. Menyesal, tak ada gunanya. Semua yang terjadi atas ijin Allah. Bila DIA tak berkehendak. teman baikku itu tak bakalan cerai. Pun begitu, seberapapun temanku keukeuh untuk bertahan, bila Allah sudah menginginkan mereka Divorce. Pasti akan Divorce. 

Dan dari sinilah, ide "Video" tersenyumlah muncul.


Comments

Tulisan Beken